Kidzania (bagi yang belum tahu) adalah dunia bermain anak yang luasnya bisa sampai 3000m2 kali ya (sotoy). Lokasinya di lantai 5, Pacific Place, SCBD Jakarta dan diklaim sebagai Kidz terluas se-Asia Tenggara. Permainannya adalah permainan profesi. Jadi…di dalam tempat seluas itu yang terdiri atas 2 lantai, ada kota mini dengan gedung2 mini dan jalan mini dalam kota. Gedungnya seperti gedung pemadam kebakaran, bank, indomaret, pabrik susu, pabrik coklat, pabrik wafer, kantor polisi, rumah sakit, dan puluhan gedung lainnya. Sebagai gambaran keminiannya nih, gw kasih ancar2 kalo luasan tiap gedungnya mungkin sekitar 20-30m2. Selain gedung, ada kendaraan mini juga seperti taksi yang muat 3 orang anak, bus mini yang muat 10 anak, pokoke imoet imoet dueh.

Disebut permainan profesi karena ceritanya nti anak2 pada diajarin “bila aku menjadi” :D . Misalnya nih, si anak mau mencoba profesi di RS. Di sana dia bisa milih, “lo mau jadi dokter, jadi perawat, atau jadi pasien book?”. Seandainya jadi dokter, maka para coach (yang berdandan seperti dokter) akan mengajarkan anak2 tersebut secara simple, apa saja tugas seorang dokter selama 10 menit. 20 menit sisanya adalah aplikasi atau penerapan atau studi kasus dari teori tadi. Misalnya, para coach akan mengatur sedemikian rupa sehingga akan ada pasien yang pura2 sakit dan dokter2 anak inilah yang akan memeriksa pasien tersebut, tentu dengan bimbingan para coach. Bila sudah selesai, anak2 akan menerima upah dari apa yang telah mereka kerjakan.

Boleh pilih, mau jadi dokter, perawat atau pasien

Boleh pilih, mau jadi dokter, perawat atau pasien

Untuk mencoba satu profesi, waktu yang dibutuhkan rata2 sekitar 30 menit. Itu belum termasuk antri yak :D . Profesi2 tenar seperti dokter, pemadam kebakaran, polisi pokoke yang umum2 biasanya antrinya lumayan panjaang. Tapi yang ga umum seperti pengelap kaca (ada, gitu yak!), penyiar radio, fotomodel, atau penjaga perpustakaan digital keknya lumenjen cepet tuh. Unik memang, Kidz mengajarkan sejak dini bahwa profesi itu ga cuma 4 macam (dokter-pilot-guru-polisi) kayak waktu gw kecil dulu tapi juga adaaaaa tukang cat, pelayan indomaret, karyawan bank, buruh pabrik susu, dan lain2.

Kidz sesi 1 buka dari jam 9-14. Eit, itu antrian dari jam 8 udah mengular yak. Tidak ada keharusan untuk mengikuti permainan selama sesi itu, kita boleh keluar anytime. Tapi untuk 6 jam itu kira2 anak bisalaaah mencoba 8-10 profesi. Namun biasanya mah mereka cuma betah 4 jam aj, soalnya…lapar juga kaleee. Anak bisa masuk ke Kidz seorang diri (bila sudah mandiri), bisa juga ditemani oleh pendampingnya. Pendamping ini benar2 cuma menemani si anak doang yak, alias engga main. Kalau anak mencoba suatu profesi, misalnya sebagai pelayan dalam indomart mini, maka pendampingnya ya cuma memantau dari luar gedung. Intip2 lewat pintu atau jendela terus ceklik2 kamera, motretin sang anak sambil senyum2 bangga menyaksikan mereka yang masih mini sudah berperilaku seperti orang dewasa, hahahaahha :D .

Nah singkat cerita, Alif yang usianya baru menginjak 4 tahun, kami ajak ke Kidz. Waktu itu kami coba yang week-end. Untuk week-end saat itu (Maret 2013), anak usia 4-16 tahun dikenakan 130rb/org, 2-3 tahun kena 50rb/org, sementara yang menemani kudu bayar 90rb/orang. Nyemmm, termasyuk mahal yak. Sejujurnya ini juga kali pertama gw datang ke Kidz, rada surprise ngeliat tempat antri tiketnya yang miriiip banget ma counter Air Asia asli. Saking udiknya suami ampe tanya, “Ayang, kita ini antri tiket Kidz atau tiket Air Asia beneran siih?” Ssssh…ojo keras2 ngomongnya, Yang :p. Setelah beli tiket, kita akan dikasih gelang, kemudian melewati ruang periksa tas. Jadi ke dalam Kidz ga boleh bawa makanan yak, tapi boleh bawa minuman.

Antri tiket Kidzania

Wajah Alif yang curious dengan Kidzania

Wajah Alif yang curious dengan Kidzania

Keunggulan datang pagi ke Kidz adalah kita bisa melihat “joged selamat datang” dari para coach Kidz. Jadi tepat pukul 9, akan ada alunan musik yang ceria menggema di ruangan seluas 3000m2, dan para coach dengan balutan seragam kerjanya masing2 akan menari mengikuti alunan musik tersebut. Saking amazednya, biasanya si pengunjung akan terdiam, hakshakshaks, soal para coachnya sendiri udah heboh book. Seneng deh ngeliatnya, kayak happy sama pekerjaannya gitchu :D .

Setelah beli tiket langsung dapat cek 50 Kidzos dari BCA

Setelah beli tiket langsung dapat cek 50 Kidzos dari BCA

Menukarkan cek dengan uang Kidzos untuk transaksi di dalam (tapi ga bisa dipakai buat beli makanan, heu..)

Menukarkan cek dengan uang Kidzos untuk transaksi di dalam (tapi ga bisa dipakai buat beli makanan, heu..)

Profesi pertama yang dicoba Alif adalah bekerja di RS. Alif sendiri yang milih tuh? Ya enggaklah, wong Alif juga masih cengak cengok, “ini apaaaan?”, gitu kali ya pikirnya. Jadi emak bapaknya spontan memilihkan Alif profesi paling terkenal seantero dunia anak yaitu DOKTEEERR. Not bad, dia bisa antri sendiri, terus waktu dijelasin oleh coach juga lumayan tenang alias ga nangisan. Manggut2 (gatau tuh tanda ngerti atau bingung) dan kemudian sangat bersemangat dalam mengobati pasien pertamanya. Bahkan mendorong kursi roda pasien dengan kecepatan yang menjiwai :D . Bapak emaknya banggaaaaa sekali, huk huk. Alif menerima upah pertamanya dengan cuek (lom ngerti arti uang, bagus nak engkau tidak matrek! Hahah), dan sampai di luar minta main lagi.

Dipasangin seragam oleh coach, dijelasin tentang pekerjaan dokter, dikasih stetoskop, deteksi jantung pasien, ngobatin pasien, ampe dorong pasien pake kursi roda ke RS :p

Dipasangin seragam oleh coach, dijelasin tentang pekerjaan dokter, dikasih stetoskop, deteksi jantung pasien, ngobatin pasien, ampe dorong pasien pake kursi roda ke RS :p

Akhirnya kita cobain dia ke pemadam kebakaran. Siklus serupa terulang lagi. Dengan balutan seragam pemadam kebakaran, Alif bersemangat memadamkan api “pura2” dalam sebuah rumah yang terbakar sambil teriak, “Api Nabi Ibrahiiimmm!!”. Oalaaah, dia sudah mulai masuk ke dalam khayalannya bahwa yang dipadamkannya adalah api yang membakar Nabi Ibrahim. Gapapalah, U go kid!!

Foto kanan bawah adalah rumah yang ceritanya sedang mengalami kebakaran (ampe 2x, ckckck). Foto kanan atas adalah tim pemadam kebakaran di atas bak mobil pemadam kebakaran. Pantang pulang sebelum padam!!

Foto kanan bawah adalah rumah yang ceritanya sedang mengalami kebakaran (ampe 2x, ckckck). Foto kanan atas adalah tim pemadam kebakaran di atas bak mobil pemadam kebakaran. Pantang pulang sebelum padam!!

Lalu Alif mencoba menjadi tukang cat karena kami perhatikan dia sangat suka mewarnai, bekerja di pabrik coklat Silverqueen, pabrik mie Indomie, dan pabrik wafer Tango. Oooo so cuteeeee (*ga berhenti jepret2 kamera). Dengan topi koki anakku keliatan paling pendek namun chubby. Hehh? Setelah gw perhatikan dengan seksama, keknya memang Alif dari tadi adalah yang paling pendek deh. Entah karena dia yang usianya paling kecil atau memang dia yang badannya paling pendek yak?

Sampai di rumah Alif minta ngecat dinding kamarnya sendiri :(

Sampai di rumah Alif minta ngecat dinding kamarnya sendiri :(

Kakak di sebelah menjadi panutan Alif dalam belajar membuat mie :D

Kakak di sebelah menjadi panutan Alif dalam belajar membuat mie :D . Adonan diuleni, digiling2, terus dimasukkan mesin apa tuh biar jadi mie (*well, emaknya juga ga jago masak sih)

Setelah mencoba 6 profesi, Alif mulai terlihat lelah dan bosan. Tapi dia masih bilang, “Mau maiiiinnnn.” Lah pan kami jadi bingung, keknya dari tadi udah main deeeeh. Ternyata oh ternyataaa yang dia maksud main itu adalah main outbond, itu tuuuh di playground sebelah Kidzania. Wkwkwkw, kami jadi nyadar kalo bagi Alif, Kidz ini bukan bermain tapi “BELAJAR DAN BEKERJAAAA”.

Saat sampai ke rumah, gw tanya si Alif. Alif senang ga main di Kidz? “Senang, Bu.” Bagus! Mau balik kesana lagi? “Enggaaaaaaa”. Laah? (*apa gw memang terlalu memaksakan Kidz ke anak usia 4 taon yaa?)

E tapi jelang seminggu kemudian, Alif mulai menyinggung profesi2 di Kidz itu. Tiap malam ituuuu aj yang dibilang2. Jadi memang benarlah kata orang bijak itu yaaa. “Jangan langsung memutuskan saat itu juga. Pikirkan dulu yang dalam, agar keputusan yang engkau ambil tidak bersifat emosional”. Terbukti Alif, setelah melalui pemikiran yang dalam, merasa bahwa Kidz itu memang menyenangkan sementara penolakannya di awal kemarin itu hanyalah keputusan emosional sesaatnya saja. Yakan? Yakaaan?

Soook, buat yang punya anak, minimal 4 taon, Kidz pasti jadi tempat rekreasi favorit anakmu. Boleh deeeh dijadikan kado ultah atau reward atas prestasi anak. Soal kalo tiap minggu kesana, bangkrut juga kali yaaaa aaahahahahah.

*kalau ga mau antri, bisa pesan tiket online di sini.

Woy, udah taon kapan ini kok lo baru pake internet bankinggg? Yey, biyar, better late than never (*berlalu sambil kibas rambut).

Gatau deh internet banking (e-banking) di mulai tahun berapa (digoogling si katanya 1998) tapi yang jelas gw mulai dengar temen kos pake internet banking itu di tahun 2007. Itu juga karena dia di lapangan, jadi susah kalo mau transperita2 uang. Waktu doi bilang ke gw tentang kelebihan fasilitas ini, gw masih menanggapi dengan apatis dan skeptis. Sambil rada nyolot bilang, “Ga ah. Memangnya kamu yakin itu aman?”

contoh internet banking (*bukan promo)

contoh internet banking (*bukan promo)

Per tahun 2008 gw udah menikah dimana suami juga bekerja sehingga mulai deh aktivitas transfer2 gencar pas jadwal gajian. Ya suami transfer ke saya, ya saya balik transfer ke suami, bayar credit card, transfer ke ortu, transfer cicilan, bayar telvon, beli pulsa, iiiiiiih sekali transaksi bisa sampe 10. Mana kita punya rekening buanyak banget dengan maksud baik yaitu agar duitnya kagak nyampur, namun sisi jeleknya adalah daftar transferan jadi segunung. Sampe2 tiap transfer gw pasti pegang catatan, apa aj urutan transfer yang mau gw kerjakan.

Antrinya di ATM kagak mengenakkan, e yang di belakang gw juga kasian kok perasaan transaksi kagak kelar2. Apa ya duitnya banyaak sangattt, padahal ko enggak juga hahahah. Butuh 3 tahun sampai akhirnya gw pun mencoba fasilitas internet banking. Gw pergi ke bank, ambil token, dikasih buku panduan, dijelaskan, diterangkan, diajarin. Tapi hasilnya???? Token nganggur, transaksi tetap di atm sampai suatu hari entah kenapa tokennya ilang dari laci meja. Hahahah kali token2 udah malas nungguin gw, janji2 doang tapi ga ditepatin :p.

token untuk transaksi menggunakan internet banking

3 tahun berikutnya yaitu tahun ini, 2013, gw pun memantapkan hati dengan amat sangat untuk segera AKTIF menggunakan internet banking. Ternyata token itu gratisnya cuma 1x. Berikutnya kalo ilang ya musti bayar. Kagak apa2 deeeeh, time is money. Walo keluar duit 100rb, gw rela nyang penting gw menjadi lebih advanced! Mbak CS pun kembali memberi buku panduan, menjelaskan, menerangkan, mengajarkan tapi bedanya, disini saya MENGAMALKAN.

Selesai diajarin, gw langsung cabut ke kantor dan coba buat transaksi! Percobaan gw adalah membeli pulsa HP, yah 50rb dululaaah. Aduuuh ternyata mudah pisan yah, bahagia sekali sayaaa. Tinggal duduk, ga perlu antri, picit sana picit sini, jadi deeeeh. Oke, pas bet dah, baru abis gajian. Daftar transfer setumpuk. Besok akan gw kelarin semuanya, mantaap. Segitu excitednya karena serasa mengenal dunia baru, maka gw OCS salah seorang teman.

“Heei kamu. Tau internet banking ga? Aku sekarang pake looo. Benar2 efektif yaak. Ayo kamu pakai juga pasti segalanya akan lebih mudah.” (*ga jelas ini niatnya share informasi atau mau pamer).

“Loh, aku kan sudah pakai sejak lama Feb. Masa kamu ga ingat sih waktu sekos dlu aku nawarin kamu pake e-banking tapi kamu menolak karena takut ga aman.”

Toweewewew, sudahlah pamer ke orang yang udah gape sama e-bank, kenapa juga mesti orang yang dulu pernah nawarin gw e-bank? Kan malunya jadi dobel2 T-T. Tapi sudahlah, pokoknya saya sudah share ilmu (*bener share apa pamer nii?), masalah orang tersbeut udah tau ilmunya ya gpp. Kan yang penting NIAT, heheheeh.

Nah pas besoknya, gw online di kantor dengan selembar catatan daftar transfer. Mulai deh step2nya. Masukin username, OK. Password, OK. Pilih transaksi, tekan token, keluar kode, masukkan kode. Yang kebayang udah yang manis2, ee ternyata notifikasi yang keluar adalah

“WRONG PASSWORD”

Lah. Apa saya salah liat kode ya? Ulang lagi deh :( .

Tekan token, keluar kode, masukkan kode. “WRONG PASSWORD.” Looooh, apa gw salah pijit yaaaa?  T-T Oke sekali ini mesti benar semua2nya.

Tekan token, keluar kode, masukkan kode. Yang keluar notifikasinya kira2 seperti ini “WRONG PASSWORD. ANDA MELAKUKAN KESALAHAN 3x, SILAKAN HUBUNGI CUSTOMER SERVICE UNTUK MENGAKTIFKAN PIN ANDA KEMBALI.” Ooooh nyoooo. Baru aj kemarin dari bank antri CS pake antri lama, masa sekarang antri lageeee? Grrrrr.

Tapi memang ketika orang sudah termotivasi oleh dirinya sendiri, tidak akan ada yang bisa menghentikannya. Tetap aj gw turun buat menyelesaikan masalah, pokoknya kudu jago e-bank!! Ternyata kata si CS, gw ga salah tapi memang sistem hari itu lagi ga benar. Kenapaaa? Ada jawabannya di bawah.

Nah pelajaran yang bisa diambil dari cerita gw kali ini adalah (bagi yang sampai kini masih takut nyobain internet banking):

1. Token hanya digratiskan 1x. Selebihnya jika hilang dikenakan biaya 100rb. Jika rusak (token lama dibalikin), dikenakan biaya kalau ga salah 50rb. Ga bisa boong bilang lom pernah dapat token karena mereka punya daftarnya.

2. Bila anda mendapatkan notifikasi yang menyatakan bahwa transaksi anda gagal sampai 2x, jangan lanjutkan lagi. Karena bila salah 3x, pin akan diblokir dan kudu dibuka oleh CS (tidak dikenakan biaya pengaktifan kembali). Lebih baik sabarkan hati dan ulangi transaksi keesokan harinya.

3. Belum tentu anda salah lihat password, atau salah tekan password sehingga transaksi gagal. Kasus saya kemarin ternyata itu tanggal gajian (tanggal 28 Februari) sehingga transaksi perbankan pada hari itu sangat amat banyak, mengakibatkan koneksinya lambat.

4. Jangan takut coba e-banking. Percayalah, semuanya menjadi lebih mudah dan cepat. E-banking menggunakan double protector, yang pertama adalah username dan password untuk masuk ke situsnya, yang kedua adalah password pada tokennya. Jadi jika ada orang yang tau username dan password situs kita, transaksi tetap ga bisa dijalankan karena mereka belum tentu tau password token kita. Kebalikannya, jika mereka mengambil token kita dan (lebih buruknya) tahu password token kita, belom tentu bisa melakukan transaksi karena masih ada username dan password kita untuk masuk ke situs.

Jadi, hare geneeee masih lom tau internet banking? Jangan mau ketinggalan lah yaaaaa, hohohohoho (*mentang2 udah gape). Buang rasa takut dan malas, demi kemajuan diri.

Selamat bereuforia dengan e-banking :D :D .

Setelah minggu lalu liburan ke Tanjung Lesung, minggu ini dihajar lagi ke Puncak. Yang diangkut kali ini adalah nyokap, adek, ipar (Susilo), dan Mbak Yayah sang asisten tumah :D . Kami berangkat dari Depok jam 8 karena pintu satu arah menuju Puncak dibukanya sekitar jam 9 or 10. Dan memang tepat, tanpa perlu menunggu lama, kami pun melaju dengan lancar ke atas. Berhubung Susilo harus test drive helikopter dulu, jadi adek dan Susilo bakal nyusul belakangan.

Untuk makan siang, gw ngebet pengen nyobain Sate Shinta. Soal baca2 review dari web keknya Sate Shinta recommended untuk dicoba. Ternyata rumah makannya juga oke punya, selain luas dan bersih, juga ada tamannya. Sate ayam 10 tusuk dihargai 35rb, sementara hati dan kambing kalo ga salah 40rb. Termasuk mahal sih menurutku T-T, tapi memang isinya daging mulu, gada kulitnya. Enaaak ya enaak, lebih enak lagi kalau ada kulitnya (huss!!). Karena suami dan anak pengen makan di KFC Puncak (katanya sukak sama tempatnya) jadi ya satenya kita bungkus aj dan dimakan bareng2 di KFC Puncak. KFC Puncak ada di km 84 sebelah kiri dari arah Jakarta, dan agak masuk ke dalam jadi ati2 ntar kelewat. Penandanya cuma sign cup KFC di pinggir jalan, gedungnya sendiri ga keliatan.

Main njot2an sambil nunggu sate dibakar :D

Main njot2an sambil nunggu sate dibakar :D

Kelar makan jam 11, kita putuskan untuk berenang di Seruni Hotel. Rekomendasi tentang Seruni Hotel didapat dari sini. Udah niat banget mau pesan villa disini tapi apa dikata, dari 2 minggu sebelumnya aj udah full-booked. Seruni Hotel adalah hotel yang dekat dengan Taman Safari, tersembunyi di tengah perkampungan, jalannya pun kecil, namun kalau udah masuk ke dalam kompleknya…wew, luaaassss bangett. Sungguh niat ni yang bikin hotel, ampe ada Seruni I, II, dan III. Taman dimana2, pool dimana2, udah gitu viewnya langsung ke gunung. Cakep banget deh.

Jadi sesampainya disana, kita pilih2 mau berenang di pool mana nih. Terus terang, semua poolnya bagus2 tapi kok kagak ada yang renang ya. Rasanya gimana aj gitu kalo di pool seluas itu cuma kita yang riuh sendiri. Akhirnya opsi jatuh ke Beach Pool di Seruni III. Pool ini dibentuk menyerupai pantai, jadi ada pasirnya. Bahkan jumlah pasirnya jauh lebih banyak dibanding pasir di Pantai Tanjung Lesung (*masih dendam). Anak-anak yang berenang juga ada, udah gitu posisinya paling atas, jadi viewnya langsung ke gunung. Waaah udah deh kita langsung heboh :D . Alif senang sekali bermain pasir. Kalo ke Puncak, bawa deh anaknya kesini, dijamin happy hiiihihih. Walo airnya dingin, anak2 ga bakal peduliiii.

Kalau ke Puncak, jangan lupa coba Beach Pool Seruni III yaaa

Kalau ke Puncak, jangan lupa coba Beach Pool Seruni III yaaa

Alif bergaya bak patung malaikat T-T

Alif bergaya bak patung malaikat T-T

Puas berenang di Seruni III, kita turun menuju hotel fave kita, Grand Ussu :D . Kali ini kita sewa bungalow Tulip. Eeee pas di pertigaan Taman Safari ternyata kena macet satu arah, grrr. Baru 5 menit yang lalu mulainya. Kebayang aj dongkolnya secara Grand Ussu kan lumayan deket dari pertigaan itu. Untung ketemu abang2 yang menawarkan jasa jalur alternatif. 30 rebu bayarnya, yah gpp lah, jalurnya akan kami ingat hingga akhir hayat. Dan si abang bener2 helful ooy karena jalur tersebut tembusnya pas di depan Grand Ussu. Save 2 jam deh, horeeee! Gamau keluar duit? Liat aj googlemap :D .

Bungalow Tulip sewanya 1.25 juta/malam terdiri atas 3 kamar : 2 double bed+1 single bed, 3 kamar mandi: 2 kamar mandi dalam kamar+1 kamar mandi luar, ruang TV, carport, no dapur, dan free breakfast untuk 5 orang. Termasuk murah hehehe, menyenangkaaaan, cuma lampunya agak2 suram. Tapi pelayannya semua ramah, makanan berlimpah, dan kids poolnya juga bagus.

Alif menjajah baksonya si embak :p

Alif menjajah baksonya si embak :p

Malamnya, adek dan Susilo sudah datang, lengkapp deh. Langsung kita cuss ke Cimory. “Ayah, kenapa makannya mesti di Cimory mulu sih?” Ya, soal tempatnya enak dan Alif pasti senang karena banyak mainannya. “Huk, aku mau coba yang lain. Nanti pembaca blogku kecewa kok liputanku isinya Cimoryyyy mulu.” Dasaaaarrr, ibunya memang sok beken, kayak banyak aj yang baca postingannya, ckckck.

Besok paginya sebelum pulang, kita singgah dulu di Wisata Agro Gunung Mas. Rasanya bukan ke Puncak kalo belum liat ijo2nya kebun teh ya. Makan mie rebus cabe rawit yang anget di tengah udara dingin, so relaxing :D :D . Itu si Mamah pake nyoba2 tato segalaaa. Aaaa lumayan neek, tahan tuh sebulan, bayarnya cuma 30rb untuk 1 lengan. Ga usah takut, kalau sebulan kelamaan, bisa dihapus segera dengan olesan air jeruk nipis.

7b

Bytheway, pulangnya kena macet satu arah lagi, ampun daaaah padahal perasaan jadwal turun udah benar di jam 1 siang. Ini ditutup kenapa lagiii? Sungguh Puncak itu bikin hati senang tapi tetep aja “cape dee” T-T.

Akhirnya terjamah juga Tanjung Lesung ini oleh gw.

Ada 2 jalur menuju tempat ini. Kami memilih lewat Serang-Pandeglang-Labuan. Gak tau deh gimana cerita jalur satunya lagi (Cilegon-Anyer-Carita-Labuan), yang jelas jalan yang kami pilih itu muluss haluss, sedikit bergelombang lemah si tapi ga padat dan lancar jaya. Maknyus lah pokoknya, membuat 5 jam perjalanan jadi ga berasa. Beda banget ma jalur ke Puncak yang walo dekat tapi siksa abis macetnya.

Kita berangkat jam 7 pagi, sampai di Kalicaa jam 1 siang. Agak susah menemukan rumah makan di Labuan, tapi kebetulan banget rumah makan yang kami singgahi lumayan enyaak. Padahal waktu kita datang, kok ya tempatnya sepi, gelap, dan rada ga menyakinkan. E begitu nunggu hidangan, lampu2 dihidupkan, kipas angin dinyalakan, burung dan sangkarnya disangkutkan dan alunan musik dikumandangkan. Suasana langsung berubah 180 derajat :D . Makan 3 orang dewasa, 3 anak kecil totalnya 135rb. Puaslaah!

2

Jadi udah tau kaan kalo liburan kali ini adalah hadiah ultah 5 taon pernikahan dari suami. Pasti pada ngebayangin kita kesana cuma berdua aj, menikmati malam2 yang romantis. Salah besar T-T. Tetap aj kemana2 itu selalu dengan orang segambreng ya bo. Kali ini selain si kecil Alif, kami juga boyong ipar beserta 2 anaknya. Dapat dipastikan perjalanan penuh cicit cuit para krucils. Tapi lumayan banget, gw jadi tau kenampakan kota Serang dan Pandeglang. Rapi, kagak ada sampah, ga macet, dan surprisee, kompetisi Indomaret dan Alfamart kerasa banget. Sepanjang perjalanan setelah tol Merak, kanan kiri jalan adalah pemandangan sawah dan gunung.

3 orang dewasa dan 3 bocah gendut

3 orang dewasa dan 3 bocah gendut

Kita menginap di Kalicaa Villa tipe Bora 2 (2 kamar yang tiap kamar punya kamar mandi pribadi, dan ada poolnya). Dari review Kalicaa Villa yang gw baca, villanya recommended abis dengan persediaan peralatan dapur yang ga pelit. Fact dari villa kami, well..memang recommended sih kamarnya, juga kamar mandinya. Apalagi poolnya, oooh aku cintaaa!! Tapi kulkas kami kok freezernya kagak punya pintu yee? Terus peralatan makan benar2 dijatah cuma utk 4 orang, alias cuma ada 4 piring, 4 sendok, 4 garpu, dan 4 gelas. Itung2an banget siiii. Untung para pelayannya sangat helpful. Mang, tambah piring ma sendok garpu ya. Mang, ada garam ma gula ga? Ya ampun Maang, kita lupa bawa minyak goreng, nitip beli ke Indomaret yaak (padahal minimart terdekat berjarak 30 menit dari villa). Maang, nambah bantaaallll. Wah lumayan menderitalah si Mamang keknya, moga2 tipsnya cukup buat nambal rasa luka si Mamang hahaahha. Betewe poolnya dalem ya, 1.2 meter apa ya, pokoknya bukan buat anak-anak <5 taon.

Nyang bikin rada kuciwa adalah pantainya. Serasa gimana gitu ya kalau dengar kata Tanjung Lesung, palagi liat foto2nya. Kebayangnya pantai yang putih, laut yang biru dan ada sembulan Gunung Krakatau. Tapi begitu kita datangin beneran ke area yang namanya Beach Club, laaah kook? Apa ya karena lagi musim penghujan, perasaan anginnya gede banget ampe rok gw berkibar2. Bukannya asyik potrat potret malah sibuk kekepin rok (yee, siapa suruh ke pantai pake rok?). Terus mana nih si laut biru. Perasaan kok..rada2 butek ya, jauh lebih bagus pantai di Belitung. Krakatau…krakatau..mana dirimuuu. Oh, yang kecil itu ya T-T. Alif pun yang udah kadung semangat bawa mainan2 pasir pantai akhirnya mesti gigit jari karena pantainya ternyata adalah pantai karang maak. Nyari sana sini kenampakan pasir, ketemunya ya cuma seuprit, masih luasan rumah gw deh.

Pantai di Beach Club yang kami lihat,

Pantai di Beach Club yang kami lihat, lautnya butek dan anginnya kencang

sibuk kekepin rok T-T

sibuk kekepin rok T-T

Untungnya di Kalicaa Villa sendiri udah menyenangkan. Lenjeh2 di kasur, gebyar gebyur di pool, terus makan Indomie rebus sambil nonton TV, capeee tapi senaaaangg. Kekecewaan akan pantai pun cepat pupus. Di Kalicaa Villa juga ada playgroundnya, anak2 seneng banget main disana. Plus ada penyewaan ATV, sepeda, becak, keknya semua kendaraan ada disana deh (*lebay). Sewa sepedanya bangsa 20-40rb/jam. Lainnya, aduh lupa poto. Nah ATV nya tuh yang mahal dari 150rb-250rb/30 menit. Makin gede ATVnya, makin mahal harganya. Sudah barang tentu kami pilih yang murmer yaitu sepedaan. Mengelilingi komplek villanya cuma sekitar 15 menit si tapi udah lumayan bikin hepi :D .

Tapi kok ya aneh ya, wong sewa sepedanya sejam mosok cuma dipake 15 menit, kok ya rasanya mubajir yaa. Maka gw bersepeda tandem ma suami, pergi ke luar villa. Ternyata keluar dari gerbang, ke arah kanan itu mengarah ke Bodur Beach. Jalanannya ga diaspal, alias berbatu2. Udah jelaslah tandemannya jadi berasa kayak ajojing. Kesan yang ditangkap adalah bahwa di balik kesulitan ini akan terbayar oleh pemandangan pantai Bodur yang indah.

Namun apa dikata, sesampainya di sana, pemandangan pantainya bahkan tidak lebih baik daripada yang di villa, hiks hiks. Ketimbang menjelajahi Bodur Beach, kami lebih memilih makan pop mie di warung, minum air kelapa, terus pulang deh. Dari jauh aj tampak kurang begitu menarik, apalagi kalo dideketin.  Isinya karaaaang semua, jangan harap jalan di pantai telanjang kaki :( . Yang bikin senang mah bukan pemandangan pantainya, tapi suasana syahdu rempong bertandem ria sama suami. Kami pun mengembalikan sepedanya tepat dalam sejam. Sungguh pemakaian yang tepat guna :D .

tandeman cinta

tandeman cinta

Oiya, ini juga penting banget nih. Pas jalan pulang, di Pandeglang daerah Baros ada tempat makan duren yang super duper yummyyy..!! Ada beberapa tempat, namanya “Durian Jatohan”, tapi yang paling rame itu di Haji Arief, sebelah Indomaret. Mehong si, sebijinya 75 rebu tapi tebeeelll dan manisss. Aduh rugi banget saya, siangnya keburu makan banyak di RM Padang, akhirnya cuma bisa makan 2 biji. Padahal suami sekali tangannya kanan kiri megang duren, masya Allah deh.

Akhir kata, thx ya Ayah sayang. Liburan berikutnya kemana lagi niii :D :D . Oiya saran kalo pihak Kalicaa baca postingan ini (wooo, sapa guwee): tulung souvenirnya dibanyakin dan divariasikan duung. Kan saya demenn beli suvenir. Sayang banget. rumah suvenirnya udah bagus tapi isinya ga ada hahahha.

Taman dan Kursi Teras

Posted: February 20, 2013 in Rumah

Nih gw kasih foto taman depan rumah sebelum dibagusin.

DSC01833

Bikin ga semangat kan? Pohon mangganya tumbuh ngasal, buahnya mood2an. Cuma rumput seadanya, ada sedikit bunga yang hidup segan mati tak mau. Dan yang paling crucial adalah terasnya gak punya kursi. Ini ni yang bikin kuping gw sering berdenging. Pasalnya suami merepeet terus, katanya udah bosan merokok sambil ngemper di lantai. Pengennya sambil ngebul ya duduk di kursi sambil memandangi keindahan taman.

Iya ayaaah, iyaa. Ayok deh kita ke tukang taman. Jangan coba2 kita tamanin sendiri, nti ujug2nya malah kagak ada bentuknya. Maka bersepedamotorlah kami mencari tukang taman yang tampaknya bagus namun murah harganya (pasti itu!). Sampailah kami ke daerah Kukusan menuju Tanah Baru. Disana berderet hasil kreasi pertamanan yang kayaknya kok boleh juga.

Setelah tanya sini tanya sana, ditambah faktor pengen cepet karena besok udah Senin, akhirnya kita minta dia datang ke rumah buat liat sikon dan menentukan tetumbuhan apa kiranya yang cucok. 3 hari saja, si tukang udah datang bawa proposal. Bentuk desain taman udah ada, plus nama2 tumbuhannya. “Bagusnya di sebelah sini ditanamin bunga A Bu, terus disini B. Kalau bagian sini karena agak teduh saya sarankan pakai pohon X yang nanti dibawahnya dikitari dengan bunga Z, W, zzzzz…..”.

Aduuuh poniang akuuuuu. Mana dia kagak bawa contoh foto tanamannya, bicara apa pulaaaa lah si Mamang ini? Percaya ajalah, lo tukang taman kan ya? Pastilah udah dapat kuliah pertamanan dan pertetumbuhan. Ya deh kami manut aj, silakan gusruk itu taman. We believe you, man!!

Terr…nyata hasilnya tidak sebagus yang diiklankan. Tukang taman gw ini ternyata penganut paham diversifikasi, tercermin dari hasil kerjanya. Gileee, banyak line yang menurut gw cukup diisi dengan 1 tumbuhan, eh dia kreasikan macem2.

Sisi kanan1

Jadi si Mamang berinovasi mengisi line ini dengan 2 tanaman yang tidak sama tingginya. Yang satu tingginya cuma sejengkal, lah yang satu lagi bisa seperempat betis.Kalau gw disuruh milih, gw lebih suka tanaman B. Walau gw ga tau apa namanya, tapi bunganya cukup cantik, warnanya putih, dan lumayan tumbuh tinggi. Bisalaah menghambat kucing numpang pub di rumput.

Sisi depan teras1

Nah ini lagi. Untuk mengelilingi teras, kenapa juga doi mesti pake 2 jenis tanaman :( . Kalau boleh milih, gw lebih suka yang tanaman C karena secara visual kelihatan lebih empuk, rimbun, kayak rumputnya teletubbies. Udah gitu tanaman D itu cepat panjang, tumbuhnya juga seliweran, ga rapet, dan rontokan. Perhatikan bagian tengahnya udah ada yang ompong. Tauk deh ilang kemana :( .

taman gerombol, di sudut dinding

taman gerombol, di sudut dinding

Nah, pohon ini lumayan lucuk. Tapi yang bikin ga kuku, kenapa juga di bawahnya harus ada 3 jenis tanaman? Keknya ni Mamang, tiap ada arah yang beda, dia ganti jenis tanaman. Tiap ada separator, ganti lagi jenisnya.

ini doang paling yang rada mendingan

ini doang paling yang rada mendingan

Aduuh, mau suruh ganti kok malas ngebayangin repotnya. Akhirnya ya sudahlah, terima aja apa adanya. Kali lain kita jangan pesan kesitu lagi, ya Yah.

Nah untuk kursi kita akhirnya rela bersusah2, berhubung tamannya rada2 “C” nilainya. Menurut ilmu desain interior, idealnya di dalam satu ruangan cukup punya satu point of interest. Wah, supportive sekali ilmu ini. Kebetulan taman gw udah gagal bubar, bisalah diperbaiki dengan penampilan kursi teras. Nyok Yah, kita cari yang rada lumayan nyook.

Udah cari sana sini, ga ketemu yang pas di hati. Sampe main ke Index dan Ace Hardware juga kok kayaknya kursinya menang desain doang, tapi ga kokoh gitu. Ih ga demen eke. Udahlah mahal, nti cepat rusak, walaah makin boros dong. Akhirnya mau ga mau kita tengok juga deh jejatian, padahal gw ga demen sama jati karena udah kebayang berat dan kesan “tua”-nya.

Ada banyak penjual kursi jati di pinggir jalan. Tapi bentuk kursinya mirip aj antara toko sini ma toko disana. “Ayaah…aku ga mau kursi jati yang bentuknya umum gitu. Harus beda pokoknya harus bedaaa.” (istrinda merepet).

Akhirnya ketemu juga toko jati di deket RS Hermina yang rada lumayan. Emang sih harganya rada mahal, tapi seingat gw, bentuk kursinya lom pernah gw liat selama ini alias kagak umum. “Mau itu, Yah. Pokoknya yang ituuu”.

Ayah pun setuju, jadii deh :D :D .

Tuh kan udah dipajang. Lumayan manis kan sekarang teras dan taman kamii? Sebagai finishing touch, kita sengaja beli vas kecil dari keramik yang di atasnya ada bunga anggrek kecil dari plastik. Belinya di Index, seratus ribuan kalo ga salah, padahal kecil doang (beuh). Ga lama umurnya, langsung koit dipecahkan Alif. Akhirnya diganti sama mainan bunga2an yang kalo kena sinar matahari sibuk ngangguk2. Ah ya sudahlah…

hasil final

hasil final

ayah dan alif lagi nampang

ayah dan alif lagi nampang

 

Pada suatu hari, tersebutlah Gaitsha (sepupu alif) berkata kepada mamanya, “Mama, sekarang kan liburan sekolah ya Ma? Kayaknya udah lama ya kita ga liburan, Ma? Enaknya kemana ya Ma? Kayaknya udah lama ga berenang yaa?” tapi ekor matanya mengarah ke suami gw. Mamanya sampai bilang “ssshhhh”, ahahaha keknya suami gw kena sindir ma ponakannya tuh :D

Memang sih udah lama ga ngajak krucils liburan rame2. Apalagi skrg memang musim liburan sekolah. Berhubung mintanya berenang, jadilah kita melist semua –waterbomvirginbyus- yang ada di Jabodetabek. Kolam apung Atlantis sepertinya oke tuh! Jadikan!!

Pada hari H untuk menghindari kemacetan liburan en banjir, jam 6 kita udah cabut. Jam 7 udah di tempat. Sepanjang jalan ngeliat sisa2 parahnya banjir 2012. Ondeeee..syukur kalilah ya kita tinggal di Depok jadi ga kena prosesi apung2an itu. Jam 7 sampe, e pas banget ada promo 20% dari CC Mandiri, BNI, dan BRI. Tiap kartu maksimal hanya untuk 4 orang. Untung gw bawa 2 CC, lumayan bisa hemat 125rb. 9 orang boook, ampe mobil agak bungkuk waktu jalan.

Sampai di dalam, kita langsung sewa gazeboh. Mahal oooyyy, 250 rebu ajya T-T, udah ada kasur busanya, kerai, seluas 3m2. Ga usah sewa2 loker biar hemat, gantian aj jaga barangnya. Sewa ban, 50rb/biji untuk 4 jam. Tapi kalau balikin sebelum 4 jam, jadinya hanya 25rb. Nti 25rb sisanya dibalikin. Kagak ada ban ganda cuy, adanya single2 doang.

Wahana apa aj yang ada disini? Waah segudang, ga sempat diicip satu2. Berhubung ini liburan para krucils, jadi ya kita yang udah tua2 ini nyenangin mereka dulu lah. Main di kolam anak, kolam bola, kolam ombak. Kolam ombak, kolam bola, kolam anak. Kagaaaak pindah2. Ittu aj puter puter.

Mana ada cerita foto tanpa gw? Loh Alif mana ya, Alif? :(

Kolam Anak. Mana ada cerita foto tanpa gw? Loh Alif mana ya, Alif? :(

Kolam Bola, kolam favenya anyak-anyak

Kolam Bola, kolam favenya anyak-anyak

Ayah berjibaku ngurusin bocah2 :D

Kolam Ombak. Ayah berjibaku ngurusin bocah2 :D

Apa nyang bikin nyonya senang selama disini? Waterbom ini kayak The Jungle bo, alias bisa piknikan. Boleh kita bawa tikar dan makanan dari rumah, boleeeh banget. Silakaan. Areanya juga luaaaas ya bo, 5 ha. Mau melampar dimana2, tetep aj masih ada tempat. Udah gitu kan jadi hemat ya kalau bawa makanan dari rumah (biasa, emak2 selalu care masalah ekonomi). Kagak usah takut antre di kamar mandi dan toilet. Stoknya buanyaaak banget, airnya juga kenceng, kagak pelit.

Nyang bikin gw sedih? T-T. Hiks. Itu loh. Gw itu kan selalu care sama masalah kamar mandi dan toilet. Nah si Atlantis ini, walo stok kamar mandi dan toiletnya buannyyaaak tapi ga gitu terawat. Dibilang kotor juga ga, soal emang ga da sampah. Tapi banyak sarang lawa2, beberapa pintu ga bisa dikunci daan…dannn…banyak yang karatan. Agak2 ilfil :( .

Yang bikin sedih kedua adalah kurang menantang bagi orang tua. Waterbomnya landai sangaat… sampai2 gw merasa bosan ada di dalam terowongan air itu. Suami doang yang jiper sama “kelandaiannya”, ah suami mah jiper sama semua perosotan keknya. Udahlah kami antre lumayan panjang, mendaki tinggi2, adrenalinnya ga kerasa. Sampai di bawah, jadi malas nyoba wahana lainnya, curiga sama aj landainya wkwkwk.

Apa kabar kolam apung? Murni seperti kolam biasa yaa warna airnya, tidak terlalu luas juga. Soal kan memang bukan buat berenang. Yang harus dilakukan di kolam apung, cukup terlentang dan pasrah saja. Ga usah panik mbaaak, kecibang kecibung, kolamnya dangkal kaleee, cuma sepaha. Jangan sampai ketelen, percayalah rasanya ga enak. Jangan sampai kena mata karena akan perih. Kalau udah terlanjur kena mata, pejamkan saja, jangan dikucek. Langsung bilas dengan air di shower yang memang khusus disediakan.

Kolam Apung

Terooss..bagi kamu yang ga masalah ngelampar, sok atuh ngelampar. Dibanding gazebo yang harganya seperempat juta, huwaaa (garuk2 kerai gazebo)…keknya ngelampar jauh lebih recommended. Tenang, ada banyak teman seperjuangan kok. Aaakhh..cobaaa kemaren kami ngelampar, lumayan uangnya bisa dibeliin yang lain buat de krucils. Toh anak2 yang penting kan ngumpul dan happy, mana peduli mau lampar2an or gazebo2an? :p

Tapi…apa sih hakekat dari liburan ini? Kesenangan para krucils!! Walao ada lebih banyak kurang (qiqiqiqi), yang penting krucils happy, so alhamdulillah bangeett :D . Gw en suami juga sueenaaang melihat mereka pada senaaang.

Lepas berenang kami makan di Dermaga One di ujung Pantai Karnaval. Sengaja pilih tempat itu biar ga terlalu rame, plus dekat banget ma laut, anginnya oke banget sepoinya. Ada mushola juga, sumpah sholat sambil kena angin pantai itu makin ngantuk khusyuk. Oya untuk makan disana, perorang kenanya 80-100rb, masakan lumayan enyaaak (apa karena lapar yaaa, hahah). Silakan cubaaa.

Baiklah sekian liputannya. Sampai ketemu di waterbom berikutnyaaa :D .

Atlantis Waterbom, Ancol

yee, gegayaan doang itu mah. abis bungkuk, berdiri lagi terus kabur (diliatin penjaga kolam, wkwkwk)

yee, gegayaan doang itu mah. abis bungkuk, berdiri lagi terus kabur (diliatin penjaga kolam, wkwkwk)

Siapa sih yang bilang momen kebersamaan terakhir itu pas saat ekskursi besar? Gw yaaa? Eymmm, ya udah gw ceritakan aj kenyataannya dah.

Ekskursi ini akhirnya yah, akhirnyaaa (*akhirnya diputuskan juga) dijadikan ke Ombilin Basin, Sumatra Barat. Biayanya 8.9 juta, tidaaaakkk. Gedelah ini ya untuk ukuran 5 hari. E tapi kan lo dibayarin kantor, Feb. Yaaa, tapi gada salahnya juga kan gw ikut empati sama  yang bayar sendiri….

Jalurnya begini sodara2. Dari Jakarta kami ke Pekanbaru naik pesawat, dari Pekanbaru menuju ke Padang naik bus sambil menyanyi lagu disini senang disana senang, kemudian dari Padang menuju Bukit Tinggi, terus balik lagi ke Padang, pulang lagi deh ke Jakarta. Jalur singkapannya gimana, Feb? Ah sudyahlah tak usah dibahasnya ituuuu, percuma tak kan ada yg tertarik mendengarnyaa. Gw pun tak tertarik untuk menuliskannya.

Di lapangan hari pertama, gw compare nih dengan lapangan pas masa S1, memanglah jauh lebih bersahabat. Kebetulan juga cuaca tidak begitu panas. Kebetulan pula makanan Padang enak2. Situasi kondusif bangetlah menurut gw untuk jalan2. Tapi kita jadi kayak serubungan lalat yang ngiteeer aj di sumber makanan. Alias, kemana Pak Dosen pergi, kita ngekor aj gituh, nyatet penjelasan yang dilontarkan dosen. Saat Pak Dosen nyuruh ngeliat singkapan, sebagian kecil beneran getak getok batu dan deskripsi sampel, sebagian besar sih gw liat asyik masyuk poto2 aneka gaya, yah mirip gw bangetlah kelakuannya.

Ekskursi Ombilin2 R

Nah yang siksa itu adalah pas malam hari. Emang seeeh, hotelnya enak. Kasurnya empuk, bantalnya aduhai, air panasnya pas, kamarnya cozy tapi ga bisa dinikmatin maksimal mpoook. Secara kita sampe hotel aj jam 7. Makan, mandi, baring sekejap eeeeh musti ngumpul di ruang diskusi jam 9-an yang full dengan snack. Ngapain tuh rajin bener ngumpul diskusi? Ngerjain tugas baaang, hasil ekskursi tadi pageeee. Semua kudu dijelaskan beserta bab analisis n pembahasan, plus kasih gambar2 yang ciamik gitu deh. Kelarnya jam 1 or 2 pagi. Jam 5 udah bangun, sarapan, jam 7 berangkat lagii, oh nyoooo.

Ekskursi Ombilin R

Sampe pada suatu malam dosen2 negur kita, “Tolong ya kalian jangan seperti wartawan. Hanya mengikuti saya, mencatat apa yang saya katakan, menyimpulkan apa yang saya hipotesiskan tanpa ada pembuktian di lapangan. Justru hipotesis itu yang jawabannya harus kalian cari, bener ga apa yang saya bilang tentang geologinya.” Makaaaaa tersebutlah seorang kawan dengan kharismanya mengatakan, “Tanpa bermaksud tidak sopan, Pak. Sebenarnya kami sangat ingin sekali melakukan tugas lapangannya, namun karena waktu yang disediakan sangatlah sempit sementara informasi dari bapak2 sekalian juga demikian berharga sehingga kami putuskan untuk mendengarkan dulu info dari bapak2, kemudian dilanjutkan dengan pembuktian di lapangan. Akan tetapi, belum lengkap pembuktian kami lakukan, stop site sudah harus berpindah. Demikianlah yang terjadi” Asli, pokoknya gaya bicara si kawan keren bangetlah saat itu.

si kawan

si kawan

Jadi apa yang terjadi keesokan harinya? Kita 38 orang dilepas begitu aj book. Kita diantar ke sebuah perbukitan, dikasih kisi2 tugas untuk melakukan measured section, dikasih sedikit clue batuan2 apa yang akan ditemukan, kemudian dilepas dan ditunggu di tempat finish, di bawah bukit. Maka plongak plongoklah kami kebingungan (at least gw, yang ember bingung banget). Ini ya Formasi Sangkarewang? Bukan? Jadi ini formasi apa? Ooo Ombiliin. Apa? Bukan juga? Jadi formasi apa doonk. Ooo… (*preeeet). Pak Dosen, jangan salah faham dengan maksud kawan saya kemarin doonk.

source: Krypton Aprianto

source: Krypton Aprianto

Sumpah itu adalah hari lapangan paling siksa sedunia. Bukan siksa kecapekan ya tapi siksa kebingungan. Memang kebiasaan jelek gw adalah jadi wartawan sih, wkwkwk, jadi beneran gw gelap gulita disuruh beginian. Geofisis aj masih lebih jago dibanding gw ahahahah (*stop ah feb, ngerendahnya). Walo bingung, tapi eksis tetep doonk. Yey kapan lagi berfoto sama Formasi Brani? *bletak

Selain ketidaktaatan di lapangan, kecurangan juga terjadi di tugas malam. Sudah diamanatkan oleh bapak2 dosen bahwa yang namanya laporan walo sumber datanya sama, tapi harus dianalisa dan dibahas sendiri2. Lah mau tidur jam berape kalo model begitu caranya? Tetap aj deh kelompok gw yang terdiri atas 8 org durjana, melakukan tindak penyelamatan (*bahasa halus dari penipuan). Kita bagi2 tugas tuh. Tiap orang kebagian buat laporan satu stopsite, abis itu diputer dan dicontek ajya. Ngahaaaahahahah. Sukses, kita tidur jam 12 malam, alhamdulillah.

Paginya dapat pesan singkat kayak geledek. “Kami perhatikan ada banyak anak yang laporannya mirip sekali. Pas kita kumpulkan, ternyata mereka dapat dikelompokkan dalam grup yang sama. Sekali lagi kalian lakukan itu, nilai tidak akan keluar!!”

Oh inyoong, menderita sekalilah hidup disiniiii. Kelompok gw langsung cemas, 8.9 juta melayang sia2?, oh tidaaks. E tapi kok gw liat kelompok lain juga air mukanya kusut? Ternyata e ternyata, bukan hanya kelompok kami yang durhaka hahahhaha (*ngakak dalam kesedihan). Tapi sudahlah, biarkanlah yang sudah lewat. Tinggal 2 hari lagi nih, abis itu bebas.

Tak dinyana, siksa paling mantap justru ada pas malam terakhir. Kita diminta presentasi lengkap tentang Ombilin Basin berdasarkan analisis dan pembahasan dari hari pertama sampai terakhir, start presentasi jam 8 pagi. Maakjaaaanggg, mau pingsan rasanya. Badan udah akumulasi capek lapangan 4 hari, dendam kurang tidur 4 malam, sekarang buat tugas presentasi pula?? “Tenang, snack ada banyak” kata Pak Dosen. Kasur Paaaak, kami butuh kasuuuurr.

_DSC8172

Dosen cuma 6 padahal tapi tetap gahaaarrr

Sudah dapat dipastikan ruangan diskusi malam itu penuh orang2 melampar, orang2 ngelindur, wajah2 stres-kuyu-pucat masai. Mari saya perlihatkan foto kamar kami malam itu.

Hotel Mercure, Padang

Hotel Mercure, Padang

Bagus kan? Ini Hotel Mercure, kasurnya aj King Coil. Lalu dimanakah kami pada malam itu??

IMG-20121215-WA000

IMG-20121215-WA001

IMG-20121215-WA004

Itu kamar ratenya 850rb/malam, balikin duitnya balikiiiiinnnnn!!! Kan kami ga tidur disanaaa, kan kami ngungsi kesiniii. Lumayan buat beli baju Zara or Mango. Pengen kesel tapi presentasi menunggu, pasrah degh akhirnya. Sesi presentasi jam 8, gw mandi jam setengah 7 terus makan terus menghadiri presentasi. Cuma tidur 15 menit itu juga dengan kepala di atas meja, oh naseeebbb.

Untungnya sesi presentasi dan tanya jawab tak sengeri proses pengerjaannya. Semua serba mulus. Apa karena dosennya udah kasian ya liat kita pada kucel dan banyak yang ga mandi? Auk deh, gelap. Kemulusannya menyebabkan kita jadi PD nih bakal dapat nilai ekskursi bagus.

Pulang2 ke Jkt, penampilan gw ga cihuy bangetlah kalo dibandingkan dengan gaya hidup sehat Herbalife. Perut buncit akibat santan padang dan snack yang tak pernah putus, muka capek karena nafsu tidur yang tak tersalurkan, kulit kering, wajah jerawatan, rambut mulai bercabang tapi hati super duper senaaaaangggg!!! Tunggulah kedatanganku wahai Inan Salon!!

Dan sepertinya Pak Dosen emang seperti air tenang menghanyutkan. Dari 38 orang yang dapat A ga sampai sepertiganya, sisanya B bahkan ada yang BC. Oh sutrisno, eke dapat B bo. Sia2 berarti waktu di lapangan gw sok aksi tanya n diskusi, gegayaan bawa palu, ngitung2 jurus n perlapisan di depan dosen. Wahai 8.9 jutaaaa, pergilah kau dengan tenang, aamiiin..

hanya durianlah penghibur lara kami..

hanya durianlah penghibur lara kami..