Saya memilih untuk melepaskannya. Saya memilih untuk pindah. Kesannya kayak pindah kantor or pindah kerjaan gitu ya, wakakaka. Gaaa, ini pindah MLM (*jiaah pindah MLM aj kok heboh hahahaha).

Sebelumnya, saya ikut MLM H**balife. Ceritanya ada disini. Produknya cocok banget bagi saya karena bisa menurunkan bb sampai 9kg banyaknya. Biasalah emak2 abis ngelahirin, semok sana sini :p. Nah karena terpukau akan daya efeknya, saya pun menyelami bisnisnya. Kebetulan juga ga ngoyo si..dalam artian, laku ya bagus. Ga laku juga gpp, toh bisa saya habisin buat konsumsi pribadi. Kenapa juga saya mau ikutan bisnisnya? Yah pikir saya waktu itu biar bisa belajar bisnis ajaaa, mengenali sifat dan kemauan customer, merasakan untung, merasakan rugi, merasakan dimarahi, merasakanlah gimana menjadi sales itu. Kalau profitnya bagus kan lumenjen ya book, bisa eke…eke…gatau deh. Lom kepikiran waktu itu uangnya mau diapain, wakakaka.

Ternyata, untung..iya! Rugi…tidak! Alhamdulillah, saya tidak merugi sama sekali di bisnis ini. Time consuming?..tidak juga. Wong saya promosinya ke teman kantor, terus iklanin di blog. Udin deh. Ga pernah iklanin di fb, ga pernah broadcast message di BBM. Benar2 ga ngoyo. Tapi begitu saja sudah bisa memberikan saya income sebesar 1-4jt/bulan dan itu menurut saya banyak karena ga pernah saya dapat uang selain dari gaji hihihihi. Dengan uang itu akhirnya saya bisa hadiahkan kado ultah buat suami, ga perlu pake gajiiii, cieee. Selebihnya, masih lom tahu juga mau diapain. Masih ngendap hasilnya di ATM, hihihi.

Namun setelah 1.5 tahun menekuni bisnisnya mulai dari ga tahu apa2 sampai lumayan tahu, saya baru sadar kalo susah bagi saya untuk menaikkan income tersebut. Karena saya ga bisa total disini.

Alasan pertamanya, karena untuk mengembangkan bisnis ini seyogyanya mengikuti trainingnya alias STS. Di training ini akan ada banyak ilmu plus pembakar semangat sehingga kita akan terdorong untuk lebih fokus dan fokus. Trainingnya kisaran 80-150rb/sekali datang. Seyogyanya juga menghadiri Extravaganza yaitu pertemuan para H**balifer sak-Indonesia, melihat puluhan ribu orang dengan animo yang sama pastinya akan memantapkan kita di bisnis ini. Kemudian juga sebaiknya mengadakan shake party di berbagai tempat, membuat klub nutrisi, dan banyaaaak lagi yang notabene adalah OFFLINE. Alias memerlukan fisik dan waktu tersendiri untuk melakukan itu.

Sementara saya 8 jam udah di kantor, dari Senin-Jumat. Suami juga begitu. Jadi pengennya suami, kalo wiken tuh ya ngumpul bertiga sama anak, jalan kek kemanaaa, di rumah juga gpp asal menikmati waktu secara berkualitas. Jangan malah sibuk lagi dengan kerjaan, laaah kapan ngumpulnyaaa? Benar! Suami saya benar sekali. Jangan pernah bisnis saya menghambat kualitas keutuhan keluarga wong sekarang saja saya bisa kerja di kantor juga sudah merupakan izin istimewa dari suami kook. Maka…ya begonolah. Bisnisnya jadi menyiput jalannya hihihi.

Kedua, saya mulai merasa ga sreg dengan timnya :(. Di bisnis ini, ada berbagai cara untuk mencapai level. Sebut saja cara A dan cara B. Cara A bermodalkan dana yang banyak untuk mendapatkan diskon tertinggi. Cara B bermodalkan sistem cicilan untuk mendapatkan diskon tertinggi. Saya pakai cara B. Tim yang saya ikuti adalah tim penganut cara B. Masalahnya, tim A dan tim B ga akur, soob. Tiap tim saya ngumpul, baik di grup BBM atau di whatsapp, atau dimanapun itu…selalu isinya membanding2kan kedua cara, yang ujung2nya mendiskreditkan cara A. Duuuh, ga betah banget saya. Maksud saya, beda ya udahlah beda ya…. Ga usah sampai disebut berkali2. Kalau mau maju, ya monggo maju saja. Tunjukkan kelebihan cara kita tanpa menegatifkan cara lain. Belum lagi kalau ada rekan yang cerita baru aj ditolak sama calon customer. Wew..bahasannya aduuuh, walo sekedar humor tapi kok ya cenderung negatif. Akhirnya karena jengah dengan isi pembicaraan yang seperti itu, saya memilih diam dan hanya jadi member pasif. Kalau pasif selama berbulan2, sesuai aturan..bakal dikeluarkan dari grup. Yo wiss, ga papa qiqiiqqii, yang penting bukan saya yang memutuskan “tali”-nya.

Ketiga, yang merupakan salah satu kelemahan bisnis ini adalah adanya diskon berjenjang dengan separasi yang cukup tinggi. Diskonnya ada yang 0%, 25%, 35%, 42%, dan 50%. Diskon didapat sesuai dengan usaha atau dana yang dikeluarkan. Sesuai etika bisnis, kita dilarang menjual dengan harga diskon kepada orang2 yang tidak berhak. Namun disini susahnya yaa. Orang2 dengan diskon 50%, dalam usahanya untuk mengembalikan modal awal, seringkali menjual di internet dengan smack-down harga gitu deeh. Harga mereka sudah ga reasonable, mereka bisa menjual dengan diskon hampir mencapai 50% untuk orang yang bahkan member saja tidak. Bayangkan, dimana penghargaan mereka untuk orang2 yang sudah berusaha keras baik dana maupun tenaga untuk mendapatkan diskon yang setara.

Saya adalah pengikut etika bisnis. Banting2 harga merupakan bisnis yang tidak sehat dan saya tidak mau melakukannya karena saya tidak ingin mematikan usaha teman2 saya. Kerap kali ketika ada calon customer menghubungi saya, mereka kemudian pindah karena mengetahui bahwa ada harga di internet yang lebih murah. Yang lebih parah lagi, member saya yang berada di level diskon 25% pun pindah karena menemukan tetangganya menjual dengan harga untuk level 35%. Luar biasa!

Bagi mereka yang pindah, tentu saya ikhlaskan. Saya tidak punya hak untuk memaksa karena bukan saya yang punya dana. Tapi bagi mereka yang menjual dengan banting harga itulah yang saya sesali. Sedemikian desperatenya-kah mereka hingga mau melakukan hal itu? Saya tidak merasa dirugikan si…karena memang statusnya masih untung. Tapi saya perlahan jadi tidak merasakan adanya masa depan cerah disini..

Akhirnya saya memutuskan untuk pindah. Sekali lagi, saya pindah bukan karena produknya loh yaa.

Jadi bismillah, saya akan pindah dan belajar hal baru dari awal lagi.

Pindah ke mana..?

Hihihihi…. :)

Sidang :D

Posted: June 20, 2013 in Kuliah oh Kuliah

Pada suatu hari datanglah email yang isinya ini.

und sidang febrie2Eaaa..finally, the time has come. Apa ya persiapan guwee? Pertama, baca dan baca lagi isi tesisnya biar makin nyantol di otak. Sampai hapal, kalau perlu sampe halaman2nya juga hapal, ahahah. Kedua, buat prediksi pertanyaan. Kira2..penguji gw nanti bakal nanya apa yaaa? List pertanyaan udah jadi, lanjut ke ketiga, jawab sendiri prediksi pertanyaan tersebut! Dan doweenng, ternyata prediksi pertanyaan gw susah2 ya mpok. Ampe gw sendiri kelabakan jawabnya. Wah untung profesi gw bukan dosen, niscaya ancur mahasiswanya kalo saya yang nguji ahahahah. Sebenarnya jawab ngasal sih bisa, jawab penuh penghayatan itu loh yang susah. Walhasil gw jadi sibuk sendiri deh buka buka textbook buat jawab pertanyaan gw sendiri yang nyusahin ini (*halaah).

Keempat, latihan presentasi biar makin menguasai. Waktu yang diberikan 20 menit. Jangan sampai kelebihan, nti yang dengar bisa begah ahahaha. Kelima, pesan travel dan hotel buat stay in 1 night. Terpilihlah Holiday Inn. Berhubung eke takut tidur sendiri, kontak Fanny dulu buat nemenin heheheh.

Dan yang terakhir adalaah…persiapan penampilan. Ehem, penting nih! Untuk baju, gampil. Blazer and celana itu udah makanan gw sehari2 di kantor. Tapi ini loh, rambut kok ya lagi lepek2nya. Panjang ga jelas, hampir mirip Sadako. Daripada gw ga PD, mending rambut ini dipotong sajalah. Jadi gw putuskan untuk potong rambut di Bandung.

Sehari sebelum hari H, gw udah siapin kamera buat poto2, tesis, materi presentasi, dan print2an prediksi pertanyaan buat latihan di hotel. Berangkatlah saya ke Bandung. Sampai jam 3, langsung check-in di Holiday Inn. And then..mulai deh bingung cari tempat potong rambut. Berhubung yang dekat dengan ITB adalah Roger Salon, mengangkotlah saya kesana.

Tadinya pas potong itu niatnya mau sambil baca lagi materi tesis or presentasi, tapi yang ada…gw malah makan. Pas banget di Roger ada menu makanannya. Lapar book. Kagak bisa nunggu sampai potong rambutnya kelar. Susah ya ternyata, makan sambil potong rambut itu. Hasilnya kependekan pula. Direquest sebahu, kapsternya malah potong di atas bahu. Leher gw jadi kemana2 heu.. PD lagi dia bilang, “Ini model yang sedang in Mbak. Cocok banget buat muka mbak!”. Hiks..iya Mbak, iya..

Habis potong rambut, ketemuan sama Fanny. Pesan suami, buat Fanny yang udah berbaik hati menemani istrinda bermalam di hotel, traktir Fanny sepuasnyaaa. Maka Fanny pun memilih Swiss Butcher tapi karena keabisan tempat, akhirnya kita nggelesor ke Le Gourmet. Perut udah kenyang, jam udah 8 malam. Pulangnya berencana untuk belajar buat persiapan sidang tapi apa daya kepala pusiiing. Kebanyakan makan keknya nih. Akhirnya beli Panadol, tenggak, terus bobok. Bangun2 udah jam 7 pagi ajya T-T.

Ini gimana siiih. Niatnya mau belajar kok kerjaannya malah makan dan makan dan boboook? Agak2 grogi jadinya karena hari2 sebelumnya belajarnya apa adanya, lah H-1 malah gada belajar samsek, tapi untungnya pas berangkat cuacanya cerah. The sky is so blue, the sun is shining bright. Udaranya hangat dan anginnya lembut. Mood saya langsung naik dan PD, hari ini aku pasti bisa! Langit menyambutku dengan senyumnya, maka aku harus BISA!!

Sidangnya telat setengah jam karena nunggu dosen2nya pada ngumpul. Tapi semua berjalan dengan sangat lancar. Sampai pas pengumuman nilai, ketua sidang mengatakan nilainya adalah xxx. Muka gw datar aj karena ga ngerti nilai itu masuk kategori apa. Apakah A? AB? B? Ntar deh gw tanya temen pas udah keluar ruangan.

Melihat tampang gw yang ga excited, Pak Eddy langsung bilang, “Kamu mesti ga tahu itu nilainya apa. Itu A, Febrie!” Oalaaah, alhamdulillah. Langsung deh saya cengar cengir hahahah.

Sayangnya kamera yang udah dipersiapkan malah ketinggalan ajya di hotel. Untungnya pas sidang, ada yang berbaik hati memotretkan saya which is the only one documentation I have. Nuhun, Pak Eddy..

Abis sidang banyak teman yang tanya, IPKnya jadi berapa? Cum Laude ga? Waaa saya mah lulus aj udah senang, ga kepikiran lagi deh buat hitung IPK. Berapapun saya terimalaah, tunggu saja pas wisuda nanti. Cheers ^^.

*special thx to Fanny yang udah nemenin bobo and antar sidang dan ke travel. Susul aku segera yaa!!

Bimbingan dan Bimbingan…

Posted: June 19, 2013 in Kuliah oh Kuliah

#posting lupa publish juga T-T. Keasikan menesis kayaknya waktu itu.

Yah gini deh kalo punya dosen pembimbing yang bimbingannya sejibun. Mesti antriii.

Yang datang 4, yang boleh masuk cuma 1.

Tapi gpp, kalo ngumpul sesama cewek dijamin ga bakalan bosen kok antrinya. Soalnya selalu ada aja kegiatan yang dilakukan. Misalnya seperti di bawah ini… :p.

Sementara Titin Sumarni sibuk dengan bimbingannya, stress dengan progressnya, kita2 bersenang2 dulu..

Ayuk ah Dwimara Tiffany, Tri Handayani..!! Kita kebut biar cepat seminar, sidang dan wisuda bareeenggg!!

Seminar Juga Gw

Posted: June 19, 2013 in Kuliah oh Kuliah

#liat2 draft posting e ternyata ada postingan zaman kapan…lupa dipublish. Udah basi tapi gpp lah ya, demi dokumentasi :D.

Dari 39 peserta kuliah S2 ITB Geologi Minyak Kelas Jakarta, hampir semuanya mengimpikan bisa wisuda bulan April. Tapi sebelum mencapai masa wisuda, tentu harus seminar dahulu. Seminar bertujuan untuk menginformasikan kepada hadirin, sejauh apa progress tesis kita. Yang menghadiri seminar bisa siapa aj. Untuk jurusan gw ini, alhamdulillah seminar cukup 1x, revisi draft, langsung bisa sidang (gw pernah denger ada kampus yang mewajibkan seminarnya perlu berkali2, hiiiy)

Walo bapak2 pembimbing sudah menyatakan bahwa yang namanya seminar ga kudu perfect, ga kudu final, ga kan ada sesi bantai-membantai, tetep aj kita2 jiper. Walhasil sekarang udah bulan April 2013, bulannya wisuda, eeeh yang seminar baru 5 orang booo.

Ga usah jauh2, gw kasih contoh diri gw sendiri deh. Jauh hari Pak Eddy, pembimbing gw udah berpesan, “Feb, nanti kalau sudah selesai 60-70%, udah boleh seminar ya. Seminar itu yang penting ada dasar teori, ada analisis, dan ada kesimpulan sementara. Ga perlu buat draft, yang penting ada slide.”

Nggih, Pak (*yang penting jawab dulu).

“Loh, bener loh ini. Seminar itu tidak ada SKS-nya. Tidak ada nilainya. Seminar itu dibuat dengan tujuan agar dosen pembimbing mengetahui progress tesis mahasiswa sudah sampai mana. Karena kalian kan semua bekerja, tidak setiap saat bisa bimbingan. Tidak setiap saat kami bisa memantau perkembangan tesis kalian. Sering kali mahasiswa tiba2 ingin maju karena mengejar kelulusan, mereka membawa draft tesis yang sudah final, laah padahal setelah pembimbing cek kok isi tesisnya banyak yang ga bener. Nah itu karena kurang bimbingan. Untuk meminimalisasi hal itu, makanya ada seminar.”

Oooo…

“Nah masalahnya adalah, kebanyakan mahasiswa itu saya lihat terlalu takut dengan seminar sehingga mereka menyiapkan begitu rupanya. Saking ingin yang terbaik, eh kok tiba2 sudah dekat bulan kelulusan. Akhirnya mereka seminar di waktu yang mepet. Lah yang repot kan juga dosennya. Belum tentu kami waktunya available pada saat itu, kan kasihan juga mahasiswanya.”

Nggih, Pak (*kali ini beneran nancap).

Akhirnya beneran, gw kebut aj semua dah. Ga pake perfek-perfekan. Nyang penting saya mengerti alur kerjanya, saya menguasai metode penyelesaiannya, dan saya dapatkan kesimpulan sementaranya. Salah dikit sana-sini, cuekin aj. Tampilan slide cupu-cupu, e ge pe. Nyang penting 3 poin tadi gw dapat. Maka seminarlah gw di bulan Maret 2013.

Pas banget di hari itu kampus lagi sepi. Hadirin dikiiit banget, ga sampai 15 orang, tapi toh saya juga tidak peduli. Prinsip gw saat itu, 1) seminar ini untuk dosen pembimbing saya, maka merekalah yang sebenarnya wajib hadir. 2) ini adalah sesi sharing, bukan suatu ujian. Para pembimbing dan hadirin akan memberikan input untuk membuat tesis saya menjadi lebih baik lagi, bukan untuk menguji dan menjatuhkan saya atas apa yang telah saya kerjakan.

Berkat 2 prinsip yang gw rapal dalam hati itu, akhirnya gw bisa seminar dengan mulus2 saja, alhamdulillah. Dan beneran deh, aroma seminar itu bukan bau pembantaian, tapi wangi penyaranan. Para hadirin benar2 memberikan masukan yang sebelumnya ga pernah kepikiran oleh gw. Ember ya, ga usah sok sempurna, toh kita seminar untuk perbaikan juga. Melakukan yang terbaik memang wajib, tapi harus ada batasnya juga. Lah kalau terus yang terbaik dan terbaik, kapan selesainyaaaaa? Manusia kan makhluk yang tak sempurna, tempat berlumurnya salah dan dosa. Di tiap2 yang kita kerjakan, memang pasti ada aj kekurangan yang terjadi.

Ayok ah temans seperjuanganku. Tau gini gw seminar lebih cepat, iiiihhhh jadi demen deh eke sama seminar (*mulai sok, hahaha).

*cara di atas tidak mempan untuk dosen2 yang “sulit” :p

Habis seminar langsung makan doonk. At Siete, Bandung with Fanny, temen seperjuangan.

Habis seminar langsung makan doonk. At Siete, Bandung with Fanny, temen seperjuangan.

Wiken kemarin kami berkesempatan untuk mengunjungi rumah keramik F. Widyanto. Widyanto adalah seniman Indonesia yang mengkhususkan dirinya ke pembuatan keramik. Info lengkapnya bisa dilihat di web ini.  Aslinya tempat ini dekat banget lokasinya dari rumah, kepeleset dikit nyampe ahak2. Paling 20 menitanlaah. Yey, 20 menitan dari mana? Ga penting, pokoknya lokasi si rumah keramik itu ada disini.

Waktu baru melewatin gerbangnya, phew..rimbun ya book rumahnya dan keknya 10x luas rumah eke ahahaha. Luaslaah pokoknya. Langsung disambut sama securitynya. Biaya masuknya ga mahal kok, cuma 10rb/orang.

Rumah Keramik F. Widyanto, Tanah Baru Depok

Rumah Keramik F. Widyanto, Tanah Baru Depok

Ternyata di dalam juga ada rumah makannya. Berhubung jamnya maksi plus juga mau wisata kuliner, jadi kita cobain juga deeeh. Kisaran harga makanan 25-50rb. Sila lihat menunya aj deh. Gw pesan Sangu Boboko, papa mama pesan Sangu Poros, suami pesan Nasi Campur, Alif pesan nasi goreng as usual-laah. Dari semua menu, yang paling normal rasanya ya nasi gorengnya Alif ituu. Sementara makanan kami semua rasanya terlalu rempah2. Ada bumbu2 yang tidak biasa kami gunakan dipakai disini sehingga lauknya jadi kentara banget berasa asam dan asinnya. Walhasil kami semua tidak habis, mubajir saja jadinya..hiks. Es sorbet, mangganya masaam. Tapi kalo esnya udah mencair, yaah lumayanlah jadi segeran. Pisang goreng Kalimantannya enyaaak soob, aseli enak walo mahal huks. Singkongnya standar hehehe. Kesimpulannya, kalo ke sini saya akan memesan goreng pisang saja iihihiihih.

menu di resto Rumah Keramik F. Widyanto, Depok

menu di resto Rumah Keramik F. Widyanto, Depok

Kemudian kita langsung ke pelatihan claynya donk. Dengan uang 115rb, kita akan dapat 400gr clay.

Ruang pembuatan keramik, bermacam cetakan dan aneka pewarna keramik.

Ruang pembuatan keramik, bermacam cetakan dan aneka pewarna keramik.

Jadi gimana caranya bikin keramik? (*dibimbing sama guide nih). Pertama, ambil cetakannya dulu yak. Mau bentuk apa? Bentuk apa aja ada disana. Sampe angry bird aj ada. Habis itu..silakan simak dari pic di bawah.

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Cara membuat keramik sederhana dari clay

Kalau udah kelar, keramik tersebut harus diangin2kan dulu deeh selama 3 hari biar kering sekering2nya. Lamaaaaa, ember lama. Kirain bisa langsung diwarnai. Berhubung Alif maksa pengen ngewarnain sendiri, akhirnya kami kudu nambah 25rb buat proses pewarnaan. Kami pun dipersilahkan datang kembali minimal 3 hari setelahnya. Betewe, 400 gr itu ternyata dapat lumayan banyak loh. Jadi jangan esmosi langsung beli 400gr untuk tiap orang.

Si clay 400gr dimanfaatin sebegitu rupanya sampai ga bersisa sedikitpun wkwkwk

Si clay 400gr dimanfaatin sebegitu rupanya sampai ga bersisa sedikitpun wkwkwk

Kalau mau buat keramik yang lebih cihuy kayak di tipi2, yang bentuk2 vas dan guci gitu bisa jugaak. Bayarnya beda, 450rb untuk 2kg clay. Ngerjainnya di mesin manual khusus kayak foto di bawah ini niih.

Berhubung duit ga cukup, kita imajinasikan saja wakakaka

Berhubung duit ga cukup, kita berimajinasi saja wakakaka

We are in action :D

We are in action :D

Selesai dari sini, kami pun pergi ke rumah F. Widyantonya. Jadi rumahnya memang dibuka untuk umum, buat dilihat2. Apakah rumah ini sering ditempati oleh sang maestro? Wah gatau juga..Rumahnya 2 lantai. Kami hanya mengunjungi lantai pertama saja karena kebentur waktu. Lantai satunya aj beuh, ga bisa sebentar. Tengok kiri, nyeni. Tengok kanan, nyeni. Liat belakang, nyeni. Berbeda dengan konsep satu ruangan dengan satu point interest, ini mah dalam 1 ruangan si point interest nemplok dimana2. Terkesan rame memang, tapi bagus kok. Sampe lantainya aj ga dibiarkan polos. Di tiap ubinnya ada cetakan bunga or daun or kupu2 gitu.. Setiap detil ruangan ga lepas dari seni deh.

Patung sebelah kanan itu adalah fave gw bangetttt, Narcissus. Legendanya si istilah "narsis". Kamar mandinya luas dan baguus, jende segede bagong, konsep outdoor.

Patung sebelah kanan itu adalah fave gw bangetttt, Narcissus. Legendanya si istilah “narsis”. Kamar mandinya luas dan baguus, jendela segede bagong, konsep outdoor.

Betewe di rumah ini ada 2 kamar yang disewakan looh. Gatau juga ratenya berapaan. Waktu gw masuk, wiii, tempat tidur kelambuu.. Ehm, siang hari bagus sih. Soal terang. Agak malam kok ya saya berasa rada wedhi hehhehe. Benda2 seni menurut gw bagusnya memang diliat di galeri. Kalo dipajang banyak dalam rumah ya..saya…kok jadi merasa nafas agak berat (*hubungannya?).

Habis dari rumahnya baru deh kami ke galeri seni. Keramik2 disini dijual. Beberapa lucuk2. Tuh ayah beli asbak rokok seharga 200rb. Coba kalau ada keramik Honda CB atau Pitung atau vespa jaman jadul, hmmm mesti diembat tuh, mesti! Di galeri peraturannya sih “no pics taken allowed” tapi kan saya bandel, jadinya curi2 foto ehehehe.

6 burung hantu bermain musik, 7.5 juta ajya..

6 burung hantu bermain musik, 7.5 juta ajya..

Wastafel cantik, daku naksir deeh. Tapi harganya 5 jetong, diskon si 20%..ttp aj mahal bagi gw *_*

Wastafel cantik, daku naksir deeh. Tapi harganya 5 jetong, diskon si 20%..ttp aj mahal bagi gw *_*

4 hari berikutnya kami datang kembali untuk proses mewarnai. Untuk pewarnaan, pertama harus diberi cat dasar..kayak dinding rumahlah, perlu dikasih cat dasar. Abis itu baru deh dikasih cat benerannya. Disini susahnya heu. Angry bird Alif, si wall breaker itu kan warnanya merah nyata. Tapi catnya warna merah muda pupus sekali. Kalau mau warna hitam, catnya warna coklat. Jadi ceritanya, abis proses pengecatan adalah proses pemanggangan clay. Proses pemanggangan menyebabkan warna cat menjadi lebih tua, itu sebabnya warna cat yang akan ditaruh di clay kadang berbeda banget sama hasil akhirnya. Nah si Alif kaga percaya dibilangin warna kalo angry birdnya mau warna merah, ya dicat dengan warna merah muda pupus..Abis aj bermenit2 ngasi krucil penjelasan. Akhirnya manut juga ehehehhe.

Alif amat sangat serius mewarnai angry bird kesayangannya. U go, kid! Kanan bawah adalah hasil kerja emal bapaknya, Tampak kurang meyakinkan ahahaha

Alif amat sangat serius mewarnai angry bird kesayangannya. U go, kid! Kanan bawah adalah hasil kerja emak bapaknya, Tampak kurang meyakinkan ahahaha

“Jadi kapan Mas, kita bisa ambil clay yang sudah dipanggang?”  2 minggu lagi, Bu. “Hoalaah, lama amaaat?” Iya Bu, soal manggangnya mesti banyak sekaligus karena mesin pemanggangnya besar..biar lebih hemat biaya. “Oooh…” (tersenyum mafhum).

So we’ll be back 2 more weeks and see our project. Ga PD sih ama hasilnya, ahahahah. Yuukks ajak anak2nya kesiniii.

Info aj:

1. Mendingan datang ke sini rombongan. Karena sepi banget dan akan lebih seru kalo pas waktu buat claynya dengan anak2 segambreng.

2. Datang pagi pulang siang. Jangan kayak kami..kwkwkwk datang siang, pulang sore. Panasnya kriik…kriiik…

Puncak? Masih betah juga kesana? Ga inget apa pengalaman kemarin kena macet? Yaa..mau gimana lagi. Soal belon tuntas, belon nyobain nginap di Seruni wkwkwk. Suami nih yang maksa..katanya ngebet banget pengen nginap disana. Biar bisa langsung liat pemandangan indah dari jendela sambil baring di bed.

Secara kemarin kena kasus villanya full-booked, maka untuk liburan kali ini gw dari sebulan sebelumnya udah booking donk. Niat banget kan. Jadi kalau anda jeli, di postingan sebelumnya kan saya berenang di Beach Pool 3 tuh, tapi nginapnya di Grand Ussu. Lah kok bisa padahal Beach Pool Seruni kan private buat yang nginap di hotel? Ya bisa doonk…kan ceritanya kami pura2 jadi tamu hotel wkwkwkwk. Padahal aselinya sih cuma numpang berenang doang :p. Jangan ditiru ya kelakuan ini, berdosa!

Tapi itu kan kemarin..sekarang udah beneran nginap donk. Kebetulan lagi school holiday, dan bou juga lagi di Depok. Jadi kita ajak aj semua nginap disana. Pas banget. Hotel ini kan terkenal dengan pool dan fountainnya, krucils mesti pada suka.

Gw book villa yang 2 kamar+living room. Tadinya ngincar villa di Seruni 3 karena Seruni 3 kan bangunannya paling baru plus letaknya paling tinggi. Tapi ternyata villa di Seruni 3 itu ga sekompleks ma Seruni2 lainnya. Jadi rada ke pelosok lagi agak 500 meter, no pool dan temennya ya cuma sesama villa juga. Wedew, engga jadi aj deh. Kan pengennya ke pool tinggal buka pintu terus jalan sebentar. 500 meter mah harus pake mobil ya wong pool dalam kompleks aj masih jalan lagi. Akhirnya sewa villa di Seruni 2 aj. Harga weekendnya 1.6jt/malam.

Pas di Puncak, kita makan di Puncak Pass Resto yang terkenal dengan Pofferjessnya itu ^^. Reviewnya bisa dilihat disini.

Nah sekarang review Seruninya yak. Webnya di sini. Dari jalan utama Cianjur Cisarua itu, Seruni Hotel arahnya sama dengan ke Taman Safari, sama2 belok ke kanan. Bedanya nanti pas ketemu percabangan, Safari ambil jalan ke kanan, Seruni ke kiriii..alias ke jalan kampung yang lumayan kecil. Susuri aj terus biar bingung2 kenapa kok jalannya seperti itu kekekek. Sama, saya juga bingung awalnya. Even pas ketemu gerbang Seruni pun saya masih bingung. Gimana ini, kok kebesarannya tak terlihat? Tapi setelah melewati gerbang, tepatnya setelah melewati lorong sempitnya, kemudian belok ke kanan, waaah sudahlah terjawab sudah semua kebingungan. Hahaha sayangnya sayapun lupa poto, pemandangan apa yang terlihat disana. Tapi percaya saja deh, kamu mesti langsung berdecak kagum.

Eniwei eniho, hotelnya pun buesar sangat ya. 1 hotelnya aj udah gede, ini dibangun 3 pulak. Perasaan 1 hotelnya aj kamarnya hampir 100? Konglomerat siapa sih yang punya ini hotel? Seruni 1 yang paling bawah, Seruni 3 yang paling atas. Di tiap Seruni ada poolnya, nyammi. Ada playgroundnya juga. Dan fountain bertebaran dimana2, pun gede2 ukurannya. Susah nii saya menceritakannya, datang ajalaah kesana kekeke. Misalnya nih kamu mau ke Taman Safari, ya sok singgahin aj buat liat2, kagak bayar ini?

Itu tentang kompleks hotelnya. Sekarang tentang villa yang gw booking yak.

Terrnyata heheheh, walo namanya villa tetep aj ya mpok, bentuknya kayak kamar hotel. Ini mah bukan villa atuh jeung, ini 3 kamar dideretin wkakakak. Kamar di tengah itu living roomnya. Udah gitu tiap kamar ada TV, di living room juga ada TV. Jadi total ada 3 TV eaaa..mendingan eke book 2 kamar aj kalo gini mah, ga usah pake living room segala. Memang salah saya juga sih ga nanya more detail.

Eniwei, sebenarnya isi ruangannya standar. Bed ukuran 180, kasurnya keras dan bantalnya kurang empuk. Walau begitu ruangannya bersih banget. Kamar luas. Tiap kamar ada kamar mandi pribadi. Yang agak mengganggu, ada patung ya. Patung wanita seksi ahahaha. Nyeni sepertinya, memang sih, desain furniturenya aj banyak ukiran gitu. Walo ga bikin spooky tapi kan di Islam ga boleh ada patung ya. Ya gpplah, semalam ini. Nikmatin aj mandangin patungnya (*ayah kayakna senang banget :p). Terasnya luas, iyalaah teras 3 kamar digabungin kekeke. Ada jemuran, aseeek penting nih secara bakal sering berenang. Dan ada sapu (*penting juga, ingat kasus kemarin di Batu Suki).

Pemandangan depan pintu langsung si air mancur yang backgroundnya adalah gunung..eym, gunung...salak or gede or pangrango.

Pemandangan depan pintu langsung si air mancur yang backgroundnya adalah gunung.

Krucils segera ganti baju. Turun jalan kaki ke bawah, nyobain pool Seruni 1, pool yang ada di sebelah playground. Sayangnya pool ini lebih cocok untuk orang dewasa. Karena area dangkalnya sempit banget, susah buat main2.

Akhirnya kita pindah ke pool Seruni 2. Ke Pool Seruni 2 musti mendaki anak tangga buanyaaak, secara ada 3 lantai. Lantai paling bawah adalah pool dangkal untuk anak2. Yang lantai 2 juga pool dangkal untuk anak2. Pool anak2 memang ada 2 lantai karena dari pool lantai 2 ada sliding ke bawah, jadi nyeburnya ke pool pertama yang lantai dasar tadi. Lantai 3 adalah pool untuk orang dewasa. Hosh2 cape jg ya naiknyaaa. Berhubung sekarang jam 5 sore, pool yang rame adalah yang lantai 2 jadi kita semua kesana.

Ini salah satu pool yang ada di Hotel Seruni 2. Ini pool yang paling bawah, saya foto dari pool di atasnya. Bagus yak, dikelilingi poun2. Betewe yang kiri bawah itu perosotan dari arah pool 2 yang berada di atasnya. Jadi ceritanya dari pool nyebur ke pool.

Ini salah satu pool yang ada di Hotel Seruni 2. Ini pool yang paling bawah, saya foto dari pool di atasnya. Bagus yak, dikelilingi poun2. Betewe yang kanan bawah itu perosotan dari arah pool 2 yang berada di atasnya. Jadi ceritanya dari pool nyebur ke pool.

Nah ini pool yang ada di atas pool pic sebelumnya. Jadi hotel Seruni 2 langsung madep ke sini. Pool paling atas adalah yang di sebelah resto persis (*kurang keliatan di foto si yak)

Nah ini pool yang ada di atas pool pic sebelumnya. Jadi hotel Seruni 2 langsung madep ke sini. Pool paling atas adalah yang di sebelah resto persis (*kurang keliatan di foto si yak)

Dingiiin airnya, wong udah sore yak. Tapi yang namanya anak2 mah cuek aj kalo udah berenang. Pas hatshih2, baru deh mau diajak udahan :D. Btw sepertinya airnya banyak kaporit nih, soal bikin mata perih.

Untuk makan malam, di Seruni juga ada tapi mahal pisan. Mau keluar dari sini, cari di sepanjang jalan Cisarua Cianjur itu kok ya takut kena macet lagi (*trauma ceritanya). Akhirnya kita makan di tempat makan sederhana, pas di kelokan menuju Taman Safari dari arah Jalan Cianjur. Enaaaak, murah, juga banyak macamnya. 7 orang kenanya cuma 150rb. Dijamin kenyang. Boleh juga nih buat next2nya.

Besok paginya, kita semua nyobain pool yang lain yaitu Beach Pool yang di Seruni 3. Ternyata memang pool Seruni 3 itu favenya anak2 ya. Padahal lagi ada pembangunan loh (*set dah, mau dibuat seluas apa lagi ini hotel *o*), jadi suaranya bising banget tapi teuteup yaaa, masih kalah bising sama suara anak2 ahahaha. Enaknya pool 3 ini ya sesuai namanya ya, ada pasirnya jadi berasa kayak di pantai. Bawa deh mainan pasirnya biar afdol kalo kesini. Airnya juga ga bikin sakit mata. Pasirnya itu loh yang bikin krucils senang. Bersih, benar2 kayak di pantai. Liat hasil kreativitas mereka.

Katanya sih si ayah mau buat bentuk delta mahakam..

Katanya sih si ayah mau buat bentuk delta mahakam..

Lagi buat sungai mahakamnya. Hahahah, tapi akhirnya nyerah tuh.

Lagi buat sungai mahakamnya. Hahahah, tapi akhirnya nyerah tuh.

Anak siapa ini? Mbuh.. Yang jelas dia lagi buat dam kayaknya. Wah ayah kalah telak sama anak kecil wkwkwk

Anak siapa ini? Mbuh.. Yang jelas dia lagi buat dam kayaknya. Wah ayah kalah telak sama anak kecil wkwkwk

By the way, Puncak kali ini adalah the last for us deh for weekend dan holiday. Macetnya itu bikin kenyang sampe begah rasanya wkwkwk. Yang penting Seruni sudah ditester. Got to find another place for refreshing. So see in the next posts ^^.

kecapekan habis renang seharian.. so cute ^^

kecapekan habis renang seharian.. so cute ^^

Tips kalo nginap di Seruni:

  1. Nginap disini cocoknya memang kalo pengen menikmati aneka poolnya dan pemandangan. Viewnya soal langsung ke gunung dan kalo menurut gw sih viewnya bagusan disini daripada di Grand Ussu. Very recommended!
  2. Untuk makanan, andai merasa dishes di Seruni kemahalan tapi malas nyari di jalan utama karena macetnya, ada beberapa tempat makan yang lumayan kok di sepanjang jalan menuju Taman Safari. Ada rumah makan Padang, RM Shevilla yang jual sate2, atau rumah makan di tempat yang gw datangi (sebelah Indomaret) yang jual bakso-pecel lele. Perorang paling mahal kena 25rb.
  3. Pool yang paling oke buat anak2 ya Beach Pool di Seruni 3. Jangan lupa bawa mainan pasir kalo kesini ya.
  4. Cuaca sangat dingin. Airnya pun ikut2an dingiiin. Jadi timing paling pas buat berenang itu mulai jam 9 pagi-4 sore.
  5. Kita udah bawa 2 baju renang karena takut ga kering. Ternyata ga perlu heehhe soal kamar kita langsung madep ke matahari terbit. Jemur 2 jam, kering total semua baju.

Jadi ceritanya sebelum check in, kita mau lunch dulu di puncak sono. Tadinya kita mau makan di Resto Rindu Alam karena bou suka banget makan gurame bakal sambil lesehan (#emaknya juga udah bosan makan di Cimory mulu :p). Baca review orang, resto ini viewnya juga langsung ke kebun teh dan pegunungan. So beautiful. Tapi apa daya, waktu kesana pas pula jamnya tutup untuk jalur turun. Walhasil, resto Rindu Alam ga bisa disambangi gara2 ga bisa belok kesana kakaak…jalurnya ketutup pet sama mobil yang parkir di jalan.

Suami udah putus asa, takut ga nemu tempat makan lain lagi. Padahal perut kita semua udah lapar sementara mau balik turun ga bisa juga karena kena jam tutup turun. Untungnyaaa di sebelah kiri nemu Puncak Pass Restaurant. Restonya cukup besar dan viewnya baguuuuss banget. Bisa makan di ruangan dalam, bisa juga di luar. Kalo mau nikmatin view, sudah pasti ambil yang di luar ya tapi oalah maaakkk, jam 12 siang aj masih dingin bangeeettt. Anginnya book, bikin selemo.

Pemandangan indah+udara sejuk adalah kombinasi yang bagus. Oya, di bawah resto ini ada cottage2 lucu yang disewakan.

Pemandangan indah+udara sejuk adalah kombinasi yang bagus. Oya, di bawah resto ini ada cottage2 lucu yang disewakan.

Karena lapar banget, akhirnya kita putuskan makan disana. Cukup mahal makanan disini, per orangnya total makan minum bisa sekitar 75rb. Udah gitu karena suasananya dingin, mesan makanan sepanas apapun sebentar aj langsung beku T-T. Ini makanan yang kami pesan kemarin.

Sebagai gambaran aj yaa. Sate ayam 10 tusuk no kulit 52rb, fettucini carbonara 60rb, lumpia isi 3 27rb, nasi goreng tweety for kids 15rb.

Sebagai gambaran aj yaa. Sate ayam 10 tusuk no kulit 52rb, fettucini carbonara 60rb, lumpia isi 3 27rb, nasi goreng tweety for kids 15rb.

Satenya enak, daging semua. Kenyang banget. Fettucini carbonaranya ga berkuah huhuhu. Pertama kesannya dikit banget porsinya, ternyata padat banget, akhirnya ga habis deh. Rasanya? Me don’t like. Nasi goreng tweety yang katanya adalah kids menu ternyata porsinya keciiil banget. Padahal katanya itu untuk anak balita e ternyata kurang. Gw sandingkan sama mantan piring fettucini gw deh buat perbandingan hahahah. Cuma mungkin karena nasinya cepat dingin, krucils jadi kurang selera juga. Lumpianya 27rb isinya cuma 3 biji, itupun ga gede. Rasanya lumayanlah tapi tetep, nangiiisss. Kita pesen gurami bakar juga (66rb), lumayan enak, porsinya cukup untuk 2-3 orang. Pesan soto Bandung jg (33rb), standar dan kurang banyak isinya.

Pas mau pulang, gw pesan take away pofferjesnya. Resto ini kan terkenal banget dengan pofferjesnya, masak udah jauh2 makan disini ga gw cobain :D. And this is truly the best dishes of the restaurant. Ternyataaa memang enyak. Lembut banget dalamnya tapi crispy di luarnya. Baunya harum mentega, rasanya gurih tapi ada manisnya gula halus. Seporsi isinya 4. 3 diantaranya saya embat sendiri, sebiji lebihnya dishare buat rame2 hahahah.

Pofferjes diameter 6cm. Enaak bangett. Siapa sih yang bilang ini cukup untuk 2 orang? Even gw dah maksi, gw bisa habisin ini seorang diri. Cuma karena ga enak ma yang lain aj makanya gw bagi wkwkwkk

Pofferjes diameter 6cm. Enaak bangett. Siapa sih yang bilang ini cukup untuk 2 orang? Even gw dah maksi, gw bisa habisin ini seorang diri. Cuma karena ga enak ma yang lain aj makanya gw bagi wkwkwkk. Berhubung di take away, jadi agak kurang bagus displaynya.

Makan sambil foto2 disini, habis waktu hampir 2 jam. Pas mau turun, di tengah perjalanan menuju Seruni eaaa kena jam tutup turun lagi. Perasaan tadi udah tutup turun, sekarang tutup turun lagi. What the heeelll? Aseli bikin sebel bin kesel tapi mau apa lagi. Ga seperti di km bawah yang banyak jalan tembus dan jasa cari jalan, disini mah enggak ada. Walhasil cuma bisa pasrah.

Sekedar info:

  1. Kalau makan disini bawa sweater or jaket karena anginnya dingin.
  2. Menurut gw resto ini lebih recommended untuk ngeteh, or ngopi, sambil menikmati camilan hangat, sambil memandang view yang memang bagus banget. Karena kalo untuk makan, rasanya standar, harganya mahal, cepat dingin pula. Dingin loh, bukan suhu normal. Semua makanan jadi berasa ga enak. Kalo terpaksa makan, nikmati di resto dalam aj. Nti ngeteh or nikmatin snacknya baru di luar :D. We buy the view, not the dishes.
  3. Sesuai namanya, tempat ini juga menyediakan cottage lucuk2. Pengen nyobain soal viewnya itu looh, wess mesti bakal leyeh2. Tapi kalo ngebayangin macetnya deuh..mikir ulang deh. Ini webnya.
  4. Pelayanannya termasuk lama.

Closing as always, pics for documentation. My big family :).