Posts Tagged ‘ligwina hananto’

Seminggu yang lalu gw ngobrol dengan seorang teman (sebut namanya Bunga, eh..cowok ding, Bimbim aj) yang berhasil membuat hati ini terinspirasi begitu mendalam. Kami rekan kerja sekantor. Bedanya, saya double gardan, dia single gardan. Obrolan sebenarnya dilakukan di waktu yang tidak tepat, yaitu..jam meeting dengan partner!! Ealaah..akhirnya kami kena tegur deh, secara juga gw begok banget – saking excitednya punggung gw tuh membelakangi layar presentasi boo! Mana ada cerita pegawai baik sopan berintegritas tinggi melakukan hal seperti ituu?

Akhirnya demi kemaslahatan bersama, dan demi nama baiknya si Bimbim juga, obrolan kami lanjutkan pas jam istirahat. Singkat cerita, hal yang membuat gw terperangah adalah sebagai berikut. Berdasarkan statement dari Ligwina Hananto, seorang newbie minimal bisa mengasingkan 10% pendapatannya untuk ditabung. Seorang biasa minimal 20%, dan seorang advanced minimal 35%. Ini juga berlaku untuk si join-income.

Karena dari dulu gw suka yang advanced2, maka gw mengejar angka 35%. Dan kami berhasil mencapainya. Dan gw merasa bangga karena udah advanced. Penghematan yang kami lakukan meliputi berbelanja di pasar tradisional, tidak mengganti mobil begitu cicilannya lunas, menghemat biaya listrik dan telvon, menghemat biaya transportasi dengan menggunakan motor dan shuttle, serta dana hedonisme yang secukupnya aj. Kami juga punya buku anggaran lengkap dengan amplop2 untuk tiap pos pengeluaran agar lebih terkontrol.

Ternyataaa teman saya ini sodara2, dengan statusnya yang single gardan, dia bisa membiayai 2 dapur, mencicil apartemen, mencicil HOAP, mencicil mobil, plus menabung jugaaak!! Gimana gw ga shock. Kebanggaan gw langsung luntur berganti kekaguman pada dirinya. Kok gw ga bisa kayak dia? Kalau gajinya jauh lebih tinggi dari gw sih, dengan mudah gw akan meng-excusekan diri. Tapi ini gajinya ga beda jauuuh..!

Ternyata jawaban utamanya ada pada lifestyle. Walau berhemat di beberapa pos, faktanya gw boros di pos lainnya. Sebut aj: cicilan kartu kredit gw in the name of “bunga 0%” ada 5. Dana rekreasi yang melembung kayak balon. Pakai Pertamax. Asisten rumah tangga 2 orang. Kalau wiken, sekali keluar jalan, wisata kulinernya bisa sampai 4 tempat. Dana tak terduga yang biasanya malah berubah status jadi dana hedon. Dan lain2, dan ini itu.

Udah gitu, walo sama2 berhutang, hutangnya si Bimbim itu hutang baik. Hutangnya gw itu hutang buruk. Artinya, dia memperoleh passive income yang lebih besar daripada jumlah cicilan yang harus dia bayar. Sama aj kayak ga nyicil dong, malah dapat untung. Beda ma gw yang murni memang hanya mencuicuil :D.

Jadi bisa ga hidup dari satu gaji? Harusnya bisaaa. Kalau memang kami serius untuk berinvestasi demi masa depan, maka harus dipaksakan bisa. Gaji naik dari tahun ke tahun, melebihi inflasi. Lifestyle harus tetap, tidak berubah, karena kalau lifestyle naik juga, yo wis, gagal maneh.

Apa yang akan gw lakukan? Gw akan menggunting satu credit card gw. Kami tidak akan mengambil cicilan 0% lagi, karena cicilan 0% hanya akan membuat kami mengulang cicilan lainnya. Rekreasi dipindahkan ke tempat2 yang lebih bersahabat harganya. Perbanyak makan di rumah, toh lebih sehat ini. Dan kalau terpaksa, baru deh ganti Pertamax ke Premium :(.

Gw juga berencana sedikit demi sedikit melunasi hutang buruk ini. Menambah nilai passive income kami sehingga lebih besar dari cicilan yang harus dibayar. Dan semoga bisnis Herbalifeku semakin sukses aj, so bisa dapat pemasukan dari pos lain lagi, amiiin.

Bulan depan kita mu-la-i. MU-LA-I. Berhasil atau tidak berhasil, ga bakalan tau kalau ga dicoba dulu. Cia yo, semangat, FIGHTTTT!!!!

Ligwina Hananto dan Safir Senduk jelas telah meracuni pikiran gw ttg keuangan. Dari sekian banyak mazhab2nya, gw rasa the most important thing untuk kita semua adalah tentang DANA DARURAT. Suka atau Ga, Baiknya Lo Siapin Dana Darurat Lo Dari Sekaraaanggg!! Ya bagus siii..kalo udah mulai dari dulu :p

Jadi, apa itu Dana Darurat? Sesuai namanya, ya dana untuk kebutuhan darurat atawa mendesak, yang tidak kita duga sebelumnya, yang tiba2 saja datangnya, dan yang biasanya ga menyenangkan. Contoh? Buanyak…mobil lo tiba2 bonyok disenggol orang, lah kicau beliau kan. Kalo ga ikut asuransi, dana keluar buanyak tuh!! Atau..tiba2 aj ortu harus opname, butuh uang buat berobat, sementara lo lagi seret berat, disini dana darurat buat semua selamat (gile, sajak aaaa bo). Atau..dalam rangka hemat energi, lo ke kantor pake bus kota. Eee niat baik ternyata tak selalu berujung baik. HP BB baru ambless diembat copet, versi Bold-nya pulak!! Terpaksa beli yang baru duuung…Belon puas juga? Satu lagi contoh yang pasti ga pernah kepikiran ma lo. Gimana kalooo tiba2 krismon lagi, perusahaan lo collapse dan PHK besar2an deh. Yakin 100% kalo lo ga bakal kena PHK?? Di service company langganan kantor gw, bule aja di-PHK bo!! Disinilah dana darurat bekerja. “Kan ada pesangon”, ya…iya siii, tapi udalah percaya aj kalo dana darurat ini bener2 pentiiing. Lo bisa ko cari sendiri apa2 aj contohnya :).

Berapa besarnya dana darurat yang mesti disiapkan? Untuk besarnya, gw pilih mazhab Ligwina karena jumlahnya lebih gede (biar lebih PD gitu ceritanya). Menurut Ligwina, untuk single : besarnya 3x pengeluaran sebulan, untuk married no kids besarnya 6x pengeluaran sebulan, untuk married 1 kid sebanyak 9x, kalo anaknya lebih dari 1 menjadi 12x pengeluaran sebulan.

Pengeluaran sebulan itu meliputi apa aj? Meliputi semua kebutuhan lo (dan keluarga) mulai dari sikat gigi, makan, bensin, cicilan rumah, cicilan motor, mpe cicilan asuransi dan kartu kredit (kalo punya). Menurut gw besar pengeluaran sebulan = GAJI – SETORAN LO KE TABUNGAN.

Anggap gaji lo plus istri (misal suami istri bekerja)…Rp 20 jt. Setelah beli ini beli itu, bayar cicilan ini cicilan itu, lebih2nya yang akhirnya lo masukin ke tabungan adalah 5 jt. Itu berarti pengeluaran sebulan lo 15 jt. Dan lo termasuk kategori married with 1 kid, berarti besar dana darurat lo adalah 9×15 jt = 135 jt!! Itu baru kalo anaknya 1, kalo anaknya 2??? 12×15 jt = 180 JT!!! Pingsan kan, duit darimana tu? Faktanya walo kepala nyut2an liat gedenya tu angka, tu duit tetap harus dikumpulin demi kemaslahatan hidup bersama.

Caranya?? Ya diangsur aj… Jangan dipaksa, ntar ga bisa nikmatin idup lagi, qiiqiqiq :D. Kalo dapat uang cuti ya sebagian disisihkan buat dana darurat.., kalo THR turun ya sebagian juga..pandai2nya kita aj. Dimana menyimpannya? Simpanlah dalam bentuk tabungan biasa (dgn fasilitas ATM), deposito, reksadana dan emas. Tabungan biasa dengan alasan mudah diambil (ATM kan ada dimana2). Deposito biar agak susah diambil (biar ga ngiler ma duitnya, kan gede tu, bisa buat beli sepatu 100 pasang, wkwkwk). Reksadana biar uangnya numbuh walo pelan. Nah kalo emas, dalam kurun waktu yang lama numbuhnya gede juga loh. Lumayan kan, kalo lifestyle naik, secara otomatis pengeluaran sebulan bakal naik juga dari taon ke taon, dan secara otomatis juga dana darurat bakal naik, nah..kali aj bisa ketutup ma pertumbuhan si emas ini, qiqiqiqi :)

Pertanyaannya sekarang adalah : ko gw himbau2 orang lain buat ngumpulin dana darurat, emang gw udah ngumpuliiin?? Ya udiiin duung, eh sedang ding, emmm… bahkan belum sampai sepertiganya, ehe…ehe..(agak malu ngakuinnya). Soal emang susaaaaah banget, sama rasanya waktu gw mendaki Gunung Lawu dulu.

Eniwei, gw bukan pakarnya. Gw cuman mengulang ajaran dari Ligwina dan Safir Senduk. Kalo mau pasti2nya, silakan baca buku mereka aj :).

Happy saving yak!!