Posts Tagged ‘sate kakul’

Hari ini kita pergi ke area dingin yang sejak dulu jadi fave gw di Bali yaitu Bedugul, horeee :D :D. Berbekal pashmina yang sengaja dibeli sebelumnya, kita menuju Kebun Raya Eka Karya Bedugul sebagai stop site pertama. Tiket masuknya kalau ga salah 25rb/orang. Sampai di dalam kami sudah disambut dengan pemandangan yang hijau..dan udah deh mulai poto2 di depan patungnya. Gw liat, kok ga ada yang outbond kayak dulu ya? Hoo mungkin karena low season kali ya. Tadinya gw mau ajak nyokap bokap outbond, eheheheh, yaah biar tulang2nya agak olahraga sedikitlah. Ga perlu yang level biru, level kuning yang rada mudah juga oke tapi sayangnya gw lupa mengingatkan mereka untuk membawa sepatu kets so rencananya jadi gagal total deh.

Kami pun kemudian mengunjungi 2 rumah primadona di Kebun Raya ini yaitu Rumah Kaktus dan Rumah Anggrek. Menurut gw Rumah Kaktus keren sekali sementara Rumah Anggrek kok ya kayak tanaman hutan biasa ya..Entahlah mungkin karena gw ga gitu ngerti tentang angrek. Sebenarnya gw pingin banget ke Rumah Begonia, Rumah Mawar, Rumah Cythea karena tahun lalu ga sempat ke sana tapi lagi2 jadwalnya tak memungkinkan.

Ketika siang, perut mulai kriuk2 sementara di dalam Kebun Raya ini tidak ada orang yang jualan. Jadilah kita keluar dan makan di RM Assidiq yang menu spesialnya adalah Ayam Taliwang. Gw pesan 1, harganya 27rb/potong belum termasuk nasi. Begitu coba, Waaah ini Ayam Taliwang palsu nee. Rasanya kok manis, aslinya yang di Lombok sana kan pedes banget mpe menangis memakannya. Walo gitu, di RM ini kami semua makan dengan tenang karena Alif ketemu kawan baru disana, yang sama besarnya, dan sama tingkat kepandaiannya (ehehehe maksudnya sama2 belom lancer ngomong, gitu). Wah mereka akrab sekali dan sempat bikin gw kaget karena waktu berpisah mereka saling pelukan loh, asli, pelukan! Siapa yg ngajarin, ihihihihhi, lucu banget deh sayang ga sempat kefoto.

Makan siang selesai, kami langsung diajak Pak Tommy naik terus ke Puncak, untuk melihat si danau kembar -yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan- dari atas. Sepanjang perjalanan menuju ke atas, banyak sekali monyet bertebaran. Sepertinya disini monyet dilestarikan ya. Pas sudah di daerah Puncak, mobil pun merapat  pelan karena sudah sampai ke tempat tujuan. Tidak sengaja mata nyokap gw melihat toko yang menjual baju2. Begitu mobil berhenti, nyokap gw langsung ngibrit ke toko itu, diikuti oleh Bou yang juga ngibrit. Seruan gw dan bokap yang memanggil2 untuk foto dulu di depan si Danau Kembar tampak tidak terdengar oleh mereka. Ya sudahlah..

Menurut gw Danau Kembar biasa saja pemandangannya sehingga tidak perlu sekali untuk dikunjungi. Gw en bokap berfoto sedikit, habis itu pergi menyusul nyokap dan bou yang masiiih saja betah belanaj di toko itu. Ternyata jualannya emang lucu2 loh :D, lumayan lama juga kami tertahan disana. Karena hari mau hujan, akhirnya kami pun pulang dan mobil pun mutar balik dan turun menuju ke bawah lagi. Tiba2 nyokap gw nyeletuk, “Kok kita turun ke bawah sih? Kita kan belum liat Danau Kembarnya..”.

Laaah, emang tadi kita berhenti kenapa coba, Ma?

“Karena mau belanja di toko..”

………senyap………

Dan setelah gw terangkan bahwa tadi itu mobil berhenti karena sudah sampai ke stopsite pengamatan Danau Kembar, dan bukannya untuk belanja ke toko, nyokap gw akhirnya minta maksa balik! Dan akhirnya kami pun balik ke atas lagi… T-T

Selesai di Danau Kembar, kami segera turun menuju Danau Beratan untuk melihat Pura Ulun Danu. Tiket masuknya seharga Rp 7500/orang. Danau Beratan benar2 indah, viewnya syahdu banget. Ada pura, ada danau yang latar belakangnya adalah gunung. Duh, rasanya ga pengen pulaang, hiks. Tadinya gw pikir pura Ulun Danu ada di tengah danau sehingga harus memakai perahu untuk kesana. Ternyata puranya dekat ke tepian kok, jadi masih bisalah foto2 dari pinggir danau :D.

Note : Pastikan mengunjungi tempat ini!

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, kami pun pulang menuju hotel setelah sebelumnya menyempatkan diri untuk beli ikan bakar dan mencoba sate kakul (sate bekicot). Jangan dicoba sodara2, liat euy.